Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Persis Solo Terdegradasi, Dimitri Lima Yakin Laskar Sambernyawa Segera Bangkit ke Liga Elite

Nabila Agustin • Selasa, 2 Juni 2026 | 13:51 WIB
Tim Persis Solo sesaat sebelum bertanding
Tim Persis Solo sesaat sebelum bertanding. (Instagram Persis Solo)

RADAR KUDUS - Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling berat dalam perjalanan Persis Solo. Klub yang memiliki sejarah panjang dan basis pendukung fanatik itu harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari BRI Super League setelah gagal mengamankan posisi aman hingga akhir kompetisi.

Kekecewaan mendalam tidak hanya dirasakan oleh ribuan suporter yang setia memenuhi tribun Stadion Manahan, tetapi juga para pemain yang berjuang sepanjang musim. Salah satu sosok yang paling terpukul adalah gelandang kreatif asal Brasil, Dimitri Lima.

Meski harus menghadapi kenyataan pahit turun kasta, pemain berusia 29 tahun tersebut memilih untuk tidak larut dalam kesedihan. Ia justru menyampaikan pesan optimistis tentang masa depan klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu.

Baca Juga: Duel Penentuan Degradasi: Persis Solo atau Madura United yang Turun?

Menurut Dimitri, Persis Solo tetap merupakan klub besar yang memiliki kualitas untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional dalam waktu yang tidak terlalu lama.

"Kami memang gagal mencapai target utama musim ini, yaitu bertahan di BRI Super League. Namun saya percaya Persis adalah klub besar dan suatu saat akan kembali ke tempat yang semestinya," ungkap Dimitri dalam keterangan resmi yang dirilis I League.

Degradasi Jadi Luka Mendalam Bagi Persis

Sejak awal musim, Persis Solo memasang target realistis untuk mempertahankan status sebagai kontestan kompetisi tertinggi Indonesia. Namun perjalanan tim sepanjang musim tidak berjalan sesuai harapan.

Inkonsistensi performa, ketatnya persaingan di papan bawah, serta sejumlah hasil yang tidak menguntungkan membuat Persis terus berada dalam tekanan hingga pekan-pekan terakhir. Pada akhirnya, perjuangan tersebut belum cukup untuk menyelamatkan klub dari jurang degradasi.

Bagi Dimitri Lima, kegagalan itu menjadi pengalaman yang sangat menyakitkan. Apalagi dirinya datang dengan misi membantu Persis keluar dari situasi sulit.

Meski demikian, ia tetap bangga dengan semangat juang yang diperlihatkan seluruh pemain hingga pertandingan terakhir musim ini.

Tetap Profesional Hingga Laga Terakhir

Dimitri menegaskan bahwa sepanjang membela Persis Solo, dirinya selalu berupaya memberikan kontribusi maksimal. Ia mengaku tidak pernah puas dengan performa yang ditampilkan dan terus berusaha meningkatkan kualitas permainan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Gelandang serang tersebut dikenal sebagai salah satu pemain yang paling konsisten sejak bergabung dengan Persis pada paruh musim. Kreativitasnya di lini tengah menjadi sumber inspirasi serangan tim dalam berbagai pertandingan penting.

"Saya selalu bekerja keras dan berusaha menjadi lebih baik setiap kali bermain. Saya menuntut diri sendiri untuk terus berkembang dan membantu tim semaksimal mungkin," katanya.

Mentalitas itulah yang membuat Dimitri cepat menjadi salah satu pemain kunci di skuad Persis Solo.

Baca Juga: Persiku Kudus Dijajaki Investor Baru, Bidik Promosi ke Liga 1 Musim Depan

Menutup Musim dengan Kemenangan, Tapi Tetap Menyakitkan

Walaupun gagal bertahan di Super League, Persis masih mampu menunjukkan karakter hingga pertandingan terakhir. Laskar Sambernyawa berhasil mengakhiri musim dengan hasil positif yang sedikit mengobati kekecewaan.

Namun kemenangan tersebut tidak mampu menghapus kesedihan akibat degradasi yang sudah dipastikan sebelumnya.

Dimitri mengaku bangga terhadap performa rekan-rekannya dalam laga penutup musim, tetapi rasa sedih tetap mendominasi karena target utama tidak tercapai.

"Saya senang melihat tim bermain baik dan memenangkan pertandingan terakhir. Namun tentu saja saya tetap sedih karena kami harus terdegradasi," ujarnya.

Apresiasi Besar untuk Suporter Persis Solo

Di tengah situasi sulit yang dihadapi klub, Dimitri tidak lupa memberikan penghormatan kepada para pendukung Persis Solo.

Sepanjang musim, suporter tetap menunjukkan loyalitas luar biasa meskipun tim berkutat di zona bawah klasemen. Dukungan yang diberikan dari tribun maupun media sosial menjadi suntikan motivasi bagi para pemain untuk terus berjuang.

Menurut Dimitri, atmosfer yang diciptakan pendukung Persis menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama dirinya bermain di Indonesia.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh suporter atas dukungan, cinta, dan semangat yang mereka berikan sepanjang musim. Itu sangat berarti bagi kami," tuturnya.

Rekrutan Tengah Musim yang Langsung Memberi Dampak

Dimitri Lima bergabung dengan Persis Solo pada bursa transfer pertengahan musim 2025/2026 setelah didatangkan dari klub Korea Selatan, Hwaseong FC.

Kedatangannya kala itu diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan kreativitas permainan yang dialami tim. Harapan tersebut terbukti tidak berlebihan.

Dalam 15 penampilannya bersama Persis, Dimitri mampu menyumbangkan tiga gol dan empat assist. Statistik tersebut menjadikannya salah satu pemain paling produktif sekaligus berpengaruh di lini tengah Laskar Sambernyawa.

Selain kontribusi angka, kehadirannya juga menghadirkan dimensi baru dalam pola serangan Persis melalui visi bermain, umpan terukur, dan kemampuan mengatur tempo pertandingan.

Masa Depan Dimitri Masih Menjadi Tanda Tanya

Meskipun tampil impresif sejak kedatangannya, masa depan Dimitri Lima bersama Persis Solo masih belum dapat dipastikan.

Salah satu faktor yang memengaruhi situasi tersebut adalah regulasi pemain asing di Liga 2 musim depan yang hingga kini belum sepenuhnya jelas. Keputusan tersebut akan menjadi pertimbangan penting bagi manajemen klub dalam menyusun komposisi skuad untuk menghadapi musim mendatang.

Namun terlepas dari apakah dirinya akan tetap bertahan atau memilih tantangan baru, Dimitri telah meninggalkan kesan positif di hati suporter Persis.

Kini, fokus utama Persis Solo adalah membangun kembali kekuatan tim dan menyusun strategi untuk segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dengan sejarah besar, dukungan suporter yang luar biasa, serta fondasi klub yang tetap kuat, optimisme untuk bangkit kembali masih menyala.

Pesan Dimitri Lima menjadi simbol harapan di tengah kekecewaan. Degradasi memang menjadi pukulan telak, tetapi bagi Persis Solo, perjuangan belum berakhir. Laskar Sambernyawa kini bersiap memulai babak baru dengan satu tujuan besar: kembali ke tempat yang mereka yakini layak untuk dihuni, yaitu kompetisi elite sepak bola Indonesia.

Editor : Nabila Agustin
#Dimitri Lima #Persis Solo degradasi #persis solo #Liga 2 2026 #BRI Super League