Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kvaratskhelia Tolak Bahas Ballon d'Or, Fokus Bawa PSG Pertahankan Gelar Liga Champions

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 28 Mei 2026 | 17:46 WIB
Kvaratskhelia
Kvaratskhelia

RADAR KUDUS - Penampilan luar biasa Khvicha Kvaratskhelia bersama Paris Saint-Germain musim ini membuat namanya mulai masuk dalam perbincangan kandidat Ballon d'Or 2026. Namun di tengah sorotan besar jelang final Liga Champions melawan Arsenal, bintang asal Georgia itu memilih meredam ekspektasi dan tetap fokus pada tim.

Kvaratskhelia menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam perjalanan PSG menuju final Liga Champions musim ini. Klub asal Paris tersebut kini berpeluang mencatat sejarah sebagai tim kedua di era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar juara secara beruntun.

Kontribusi Kvaratskhelia di kompetisi Eropa memang luar biasa. Ia tercatat memiliki total 16 keterlibatan gol sepanjang Liga Champions musim 2025-2026, sejajar dengan striker Real Madrid, Kylian Mbappe, dan bomber Bayern Munchen, Harry Kane.

Tak hanya itu, pemain berusia 25 tahun tersebut menjadi sosok paling tajam di fase gugur dengan torehan tujuh gol dan tiga assist. Ia bahkan mencetak rekor sebagai pemain pertama yang mampu menciptakan gol atau assist dalam tujuh laga knockout Liga Champions secara beruntun dalam satu musim.

Statistik impresif itu membuat banyak pihak mulai menjagokannya sebagai kandidat kuat peraih Ballon d'Or. Namun Kvaratskhelia justru menolak terlalu larut dalam pujian individu.

Menurutnya, kesuksesan yang diraih bersama PSG bukan semata hasil kerja pribadi, melainkan kontribusi seluruh tim, pelatih, dan staf yang mendukungnya sepanjang musim.

“Saya hanya ingin tetap sederhana dan menikmati sepak bola. Saya bermain karena saya mencintainya,” ujar Kvaratskhelia saat diwawancarai TNT Sports.

Mantan pemain Napoli tersebut mengaku kehidupannya memang berubah sejak bergabung dengan PSG dan tampil gemilang di Liga Champions. Meski begitu, ia berusaha tetap rendah hati dan tidak ingin kehilangan jati dirinya.

“Saya ingin tetap menjadi pribadi yang sama, tetap rendah hati, dan menikmati pekerjaan yang saya cintai,” lanjutnya.

Bersama PSG, Kvaratskhelia telah memenangkan tujuh gelar, termasuk empat trofi musim ini setelah klub asuhan Luis Enrique sukses mengamankan gelar Ligue 1 dan Trophee des Champions.

Meski performanya di kompetisi domestik belum seganas di Liga Champions, kontribusinya tetap penting bagi PSG. Ia membukukan delapan gol dan empat assist di liga, menjadi pencetak kontribusi gol terbanyak kedua di skuad PSG setelah Ousmane Dembele.

Kvaratskhelia juga mengaku memiliki ikatan emosional tersendiri dengan Liga Champions. Baginya, mendengar anthem kompetisi paling elite Eropa itu selalu membangkitkan semangat berbeda dibanding pertandingan lainnya.

“Liga Champions adalah mimpi setiap pemain sepak bola. Setiap kali lagu Liga Champions diputar, ada perasaan berbeda yang langsung menyala dalam diri saya,” katanya.

PSG sendiri datang ke final dengan modal kepercayaan diri tinggi. Sejak 2020, klub asal Prancis itu sudah tiga kali mencapai final Liga Champions, terbanyak dibanding klub Eropa lainnya dalam periode tersebut.

Menariknya, PSG juga memiliki rekor impresif saat menghadapi klub Inggris di fase gugur. Mereka sukses memenangkan lima laga knockout terakhir melawan tim Premier League sejak terakhir disingkirkan Manchester City pada semifinal musim 2020-2021.

Editor : Mahendra Aditya
#PSG vs Arsenal #Kvaratskhelia #Ballon d'Or 2026 #statistik Kvaratskhelia #Final Liga Champions