KUDUS – EPA Persiku akan melakoni laga puncak menghadapi EPA Sumsel United pada partai final EPA Pegadaian Championship U-19 yang digelar di Lapangan Garuda Yaksa sore ini.
Laga ini menjadi kesempatan emas bagi skuad Macan Muria Muda untuk menutup musim dengan gelar juara.
Perjalanan EPA Persiku menuju final terbilang mengejutkan banyak pihak.
Sejak awal, tim ini tidak memasang target tinggi hingga ke babak puncak, melainkan hanya berfokus tampil maksimal di setiap pertandingan.
Namun, performa mereka justru berkembang pesat dan berhasil menembus final.
Sepanjang kompetisi, EPA Persiku tampil konsisten dengan catatan 11 pertandingan, meraih sembilan kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kali kekalahan.
Hasil tersebut menunjukkan kekuatan tim yang semakin matang di setiap fase turnamen.
Di sisi lain, EPA Sumsel United juga tampil impresif dan menjadi lawan yang patut diwaspadai.
Tim asal Sumatera Selatan itu mencatat tujuh kemenangan, tiga kali imbang, dan satu kekalahan dari 11 laga yang dijalani.
Catatan tersebut membuat mereka tak bisa dipandang sebelah mata dalam perebutan gelar juara.
Pertarungan kedua tim diprediksi berlangsung sengit, mengingat sama-sama memiliki ambisi besar untuk menjadi yang terbaik di ajang EPA Pegadaian Championship U-19.
Apalagi, kedua tim sama-sama mengandalkan pemain muda daerah dengan semangat pembinaan yang kuat.
Dari kubu EPA Persiku, striker andalan Bagus Pradana dipastikan turun sejak awal laga.
Penyerang bernomor punggung 107 itu menjadi salah satu tumpuan utama di lini depan dengan catatan delapan gol dari sembilan pertandingan.
Ketajamannya diharapkan kembali muncul di laga final ini.
Selain Bagus, EPA Persiku juga mengandalkan Farel di sektor serangan.
Pemain bernomor punggung 109 tersebut telah mencatat tujuh gol dari 10 penampilan, dengan kontribusi tembakan yang cukup agresif sepanjang kompetisi.
Sementara itu, lini pertahanan EPA Persiku diminta mewaspadai pergerakan striker EPA Sumsel United, Zaid Imam Nawawi.
Penyerang bernomor punggung 113 itu tampil produktif dengan tujuh gol dari 11 pertandingan dan menjadi salah satu kandidat top skor turnamen.
Pelatih EPA Persiku, Yulian Syahreva, menegaskan bahwa persiapan tim dari sisi teknik, fisik, dan taktik sudah dilakukan secara maksimal.
Namun, ia menilai laga final ini akan lebih banyak ditentukan oleh kesiapan mental pemain.
Menurutnya, pertandingan final ini sangat menarik karena kedua tim sama-sama diperkuat pemain lokal, meski Sumsel United memiliki tambahan pemain senior. Namun hal itu tidak menjadi fokus utama timnya.
“Yang terpenting kami fokus pada tim sendiri. Semoga anak-anak bisa tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik di pertandingan ini,” ujarnya. (gal)
Editor : Ali Mustofa