Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sulit Menang di Padang, Persebaya Andalkan Tren Positif untuk Tumbangkan Semen Padang

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 13 Mei 2026 | 18:36 WIB
Persebaya vs Arema liga super Indonesia. (IG Persebaya)
Persebaya vs Arema liga super Indonesia. (IG Persebaya)

RADAR KUDUS - Persebaya Surabaya akan menjalani laga tandang terakhir mereka musim ini dengan menghadapi Semen Padang pada pekan ke-33 Super League. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion H. Agus Salim, Jumat (15/5) pukul 15.30 WIB.

Bagi tuan rumah Semen Padang, duel ini juga memiliki arti penting karena menjadi pertandingan kandang terakhir mereka musim ini. Atmosfer laga dipastikan berjalan sengit mengingat kedua tim sama-sama memiliki misi berbeda menjelang akhir kompetisi.

Meski datang dengan performa yang sedang menanjak, Persebaya tetap dibayangi catatan kurang baik setiap kali bermain di Stadion H. Agus Salim. Sejak era Liga 1 Indonesia dimulai, Green Force belum mampu tampil dominan saat bertandang ke markas Kabau Sirah tersebut.

Pada pertemuan di era Liga 1 beberapa musim lalu, Persebaya hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Saat itu, tim Bajul Ijo masih ditangani Djadjang Nurdjaman dan diperkuat sejumlah pemain andalan seperti Ruben Sanadi, Otavio Dutra, Rachmat Irianto, Muhammad Hidayat, Irfan Jaya, hingga Manuchekhr Dzhalilov.

Musim lalu pun situasi tidak banyak berubah. Persebaya yang kala itu diasuh Paul Munster kembali gagal membawa pulang kemenangan dari Stadion H. Agus Salim. Lini serang mereka kesulitan membongkar pertahanan Semen Padang sepanjang pertandingan.

Namun kali ini, kondisi kedua tim cukup berbeda. Semen Padang justru sedang mengalami penurunan performa, terutama ketika bermain di kandang sendiri. Dalam empat pertandingan kandang terakhir, tim asuhan Imran Nahumarury selalu menelan kekalahan.

Bukan hanya itu, produktivitas gol Kabau Sirah juga mengalami penurunan drastis. Dalam tujuh laga terakhir, Semen Padang hanya mampu mencetak satu gol, itupun berasal dari gol bunuh diri pemain Persis Solo, Sutanto Tan.

Situasi tersebut tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Persebaya yang tengah berada dalam tren positif. Tim besutan Bernardo Tavares datang dengan modal impresif setelah melalui empat pertandingan tanpa kekalahan.

Tidak hanya solid di lini belakang dengan catatan clean sheet beruntun, ketajaman lini depan Persebaya juga meningkat signifikan. Dalam empat laga terakhir, mereka sukses mengemas total 10 gol.

Performa tersebut menunjukkan bahwa Bajul Ijo tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi menjelang laga penting di Padang. Kombinasi pertahanan kokoh dan serangan tajam menjadi modal kuat untuk mencoba mematahkan rekor buruk mereka di Stadion H. Agus Salim.

Pertandingan ini pun diprediksi berjalan menarik. Semen Padang tentu ingin menutup laga kandang terakhir musim ini dengan hasil positif di depan pendukung sendiri. Sementara Persebaya bertekad menjaga tren apik sekaligus mengakhiri kutukan sulit menang di markas Kabau Sirah.

Kini menarik dinantikan apakah Persebaya akhirnya mampu membawa pulang kemenangan dari Stadion H. Agus Salim, atau justru Semen Padang kembali membuat Green Force pulang tanpa poin.

Editor : Mahendra Aditya
#Stadion Agus Salim #persebaya surabaya #semen padang #Bernardo Tavares #Liga 1 Indonesia