RADAR KUDUS – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit Firdavs Norsafarov yang memimpin laga panas kontra Persib Bandung dalam duel bertajuk El Clasico Indonesia.
Pelatih asal Brasil itu mengaku kecewa dengan sejumlah keputusan yang diambil sepanjang pertandingan.
Dalam laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5), Persija harus mengakui keunggulan Persib dengan skor 1-2.
Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Macan Kemayoran karena mereka sempat tampil dominan sejak awal pertandingan.
Persija lebih dulu membuka keunggulan melalui gol Alaeddine Ajaraie pada menit ke-19.
Namun, Persib mampu bangkit dan membalikkan keadaan lewat dua gol Adam Alis pada menit ke-28 dan 37.
Pertandingan yang sarat gengsi itu berlangsung keras dengan sejumlah pelanggaran terjadi di lapangan.
Salah satu momen yang disorot adalah tekel Luciano Guaycochea terhadap Rayhan Hannan.
Meski dinilai berbahaya, wasit hanya memberikan kartu kuning.
Souza menilai keputusan tersebut tidak tepat. Ia meyakini pelanggaran tersebut seharusnya berbuah kartu merah langsung, bahkan tanpa perlu menunggu bantuan VAR.
Ia juga mempertanyakan mengapa VAR tidak memanggil wasit untuk meninjau ulang insiden tersebut.
Selain itu, Souza menyoroti pelanggaran terhadap Allano Lima yang dinilai jelas terjadi di depan kotak penalti.
Ia menyebut pemainnya ditarik, dipegang, bahkan diinjak, tetapi tidak ada tindakan dari wasit.
Kekecewaan Souza semakin memuncak karena ia merasa timnya kerap dirugikan oleh keputusan wasit sepanjang musim ini.
Ia pun meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan wasit dalam kompetisi sepak bola Indonesia.
Menurutnya, di babak pertama Persija sudah menerima dua kartu kuning, sementara Persib tidak mendapat satu pun kartu meski terjadi beberapa pelanggaran keras.
Kekalahan dalam laga klasik tersebut juga memastikan Persija tersingkir dari persaingan gelar juara Super League musim ini.
Dengan koleksi 65 poin dan hanya menyisakan dua pertandingan, mereka sudah tidak mampu mengejar perolehan poin Persib maupun Borneo FC.
Saat ini Persib memimpin klasemen sementara dengan 75 poin, unggul tiga angka dari Borneo FC yang masih memiliki satu laga pekan ke-32 melawan Bali United.
Jika Pesut Etam mampu meraih kemenangan, persaingan perebutan gelar dipastikan semakin sengit karena kedua tim akan memiliki jumlah poin yang sama.