RADAR KUDUS - Persaingan Super League 2025/2026 memasuki fase penentuan. Perebutan gelar juara maupun pertarungan menghindari degradasi kini semakin mengerucut menjelang akhir musim kompetisi.
Di papan atas, Persija Jakarta dipastikan gagal dalam perburuan trofi juara setelah menelan kekalahan dari Persib Bandung pada pekan ke-32. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), Macan Kemayoran kalah dengan skor 1-2 dari rival abadinya tersebut.
Hasil itu membuat Persija tetap berada di posisi ketiga klasemen dengan koleksi 65 poin dari 32 pertandingan. Dengan hanya menyisakan dua laga musim ini, perolehan poin mereka sudah tidak mungkin lagi mengejar Persib Bandung yang kini mengoleksi 75 poin.
Meski gagal menjadi juara, posisi Persija musim ini tetap menunjukkan peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya. Klub ibu kota dipastikan finis di tiga besar setelah musim lalu hanya mampu mengakhiri kompetisi di posisi ketujuh.
Kegagalan Persija membuat persaingan gelar kini hanya menyisakan dua tim, yakni Persib Bandung dan Borneo FC. Persib masih memimpin klasemen sementara dengan 75 poin, sedangkan Borneo FC terus menempel ketat dengan 72 angka.
Persib masih memiliki dua pertandingan tersisa melawan PSM Makassar dan Persijap Jepara. Sementara itu, Borneo FC masih harus menjalani tiga laga melawan Bali United, Persijap Jepara, dan Malut United.
Peluang kedua tim untuk mengakhiri musim dengan jumlah poin yang sama masih terbuka. Namun, jika itu terjadi, Persib Bandung akan keluar sebagai juara karena unggul dalam rekor head to head atas Borneo FC.
Sementara itu, drama juga terjadi di papan bawah klasemen. Persijap Jepara sukses memastikan diri bertahan di Super League musim depan setelah meraih kemenangan besar 3-0 atas Persita Tangerang di Banten International Stadium.
Tambahan tiga poin membuat Laskar Kalinyamat mengoleksi 34 poin dari 32 pertandingan. Raihan tersebut sudah cukup untuk memastikan mereka keluar dari zona degradasi karena tidak lagi bisa dikejar Persis Solo.
Keberhasilan Persijap bertahan di kasta tertinggi menjadi salah satu kejutan terbesar musim ini. Setelah sempat terseok-seok pada putaran pertama, manajemen melakukan perubahan besar dengan mendatangkan sejumlah pemain asing berkualitas yang sebelumnya berkiprah di Liga India.
Langkah tersebut terbukti efektif. Persijap tampil lebih kompetitif pada paruh kedua musim dan sukses meraih kemenangan penting dalam beberapa pertandingan krusial, termasuk saat mengalahkan tim kuat seperti Persebaya Surabaya.
Kini, pertarungan tersisa tinggal menentukan siapa yang akan menjadi juara Super League dan tim mana yang harus menyusul ke jurang degradasi pada akhir musim.
Editor : Mahendra Aditya