RADAR KUDUS - FC Barcelona kembali menciptakan malam bersejarah setelah memastikan gelar LaLiga 2025/2026 usai mengalahkan rival abadinya, Real Madrid, dengan skor 2-0 di Camp Nou, Senin (11/5/2026) dini hari WIB.
Namun kemenangan Blaugrana kali ini terasa jauh lebih emosional dibanding sekadar perebutan trofi liga. Ada banyak cerita menarik di balik sukses Barcelona menundukkan Madrid dalam laga El Clasico yang menentukan gelar juara.
Sorotan utama tentu tertuju kepada Marcus Rashford. Penyerang asal Inggris tersebut bukan hanya mencetak gol pembuka lewat tendangan bebas indah, tetapi juga memecahkan penantian panjang selama 41 tahun bagi pemain Inggris yang mampu menjuarai LaLiga bersama Barcelona.
Di sisi lain, kemenangan ini juga penuh makna bagi pelatih Hansi Flick yang tetap mendampingi tim meski tengah berduka setelah ayahnya meninggal dunia.
Berikut tujuh fakta emosional dan menarik di balik keberhasilan Barcelona meraih gelar juara LaLiga musim ini.
1. Rashford Akhiri Kutukan 41 Tahun Pemain Inggris di Barcelona
Marcus Rashford menjadi sosok paling banyak dibicarakan usai El Clasico berakhir. Selain tampil gemilang, ia juga berhasil mencatat sejarah penting untuk pemain Inggris di Camp Nou.
Rashford kini menjadi pemain Inggris pertama dalam 41 tahun terakhir yang mampu memenangkan gelar LaLiga bersama Barcelona. Sebelumnya, pencapaian serupa terakhir kali diraih Steve Archibald pada era 1980-an.
Catatan tersebut terasa spesial karena sejumlah nama besar Inggris gagal melakukan hal serupa di Barcelona, termasuk legenda Gary Lineker yang pernah memperkuat Blaugrana tanpa merasakan trofi LaLiga.
Gol tendangan bebas Rashford pada menit awal pertandingan langsung membakar atmosfer Camp Nou dan menjadi titik penting kemenangan Barcelona.
Musim ini juga menjadi perjalanan emosional bagi Rashford setelah sempat diragukan ketika datang dengan status pinjaman dari Manchester United.
2. Hansi Flick Tetap Dampingi Tim di Tengah Duka
Malam juara Barcelona ternyata tidak sepenuhnya dipenuhi kebahagiaan bagi Hansi Flick.
Pelatih asal Jerman itu tetap berada di pinggir lapangan mendampingi tim meski tengah berduka karena kehilangan sang ayah beberapa jam sebelum pertandingan berlangsung.
Flick tetap menunjukkan fokus penuh sepanjang pertandingan dan berhasil membawa Barcelona tampil dominan sejak menit awal.
Keberhasilan ini juga mempertegas kualitas Flick sebagai salah satu pelatih terbaik Eropa saat ini. Dalam waktu singkat, ia sukses mengubah Barcelona menjadi tim yang kembali disegani.
Usai pertandingan, suasana ruang ganti Barcelona disebut dipenuhi emosi. Para pemain memberikan dukungan khusus kepada Flick setelah memastikan gelar juara.
3. Barcelona Menang dengan Sangat Meyakinkan
Meski laga berstatus El Clasico yang biasanya berjalan ketat, Barcelona tampil jauh lebih siap dibanding Real Madrid.
Blaugrana langsung menguasai pertandingan sejak awal. Rashford membuka keunggulan melalui tendangan bebas sebelum Ferran Torres menggandakan skor pada babak pertama.
Barcelona tidak hanya unggul secara hasil akhir, tetapi juga mendominasi jalannya pertandingan lewat permainan yang lebih tenang, efektif, dan agresif.
Camp Nou bahkan sudah berubah menjadi arena pesta juara sejak awal laga berlangsung.
4. Real Madrid Datang dalam Situasi Sulit
Penampilan buruk Madrid tidak lepas dari kondisi internal tim yang disebut kurang ideal menjelang El Clasico.
Los Blancos terlihat kehilangan intensitas permainan dan kesulitan membangun serangan sepanjang laga.
Pemain-pemain kunci seperti Vinícius Júnior dan Jude Bellingham gagal memberikan pengaruh besar seperti biasanya.
Madrid memang sempat menciptakan beberapa peluang, tetapi mereka tidak mampu memberikan tekanan konsisten kepada pertahanan Barcelona.
Situasi tersebut membuat Blaugrana semakin nyaman mengontrol pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan.
5. Rashford Berpotensi Jadi Idola Baru Camp Nou
Musim ini bisa menjadi titik balik terbesar dalam karier Marcus Rashford.
Setelah mengalami periode sulit di Manchester United, Rashford justru menemukan kembali performa terbaiknya di Barcelona.
Ia sukses membantu Blaugrana memenangkan Supercopa de Espana dan kini menambah koleksi trofinya dengan gelar LaLiga.
Banyak pendukung Barcelona mulai berharap klub mempermanenkan status Rashford pada bursa transfer mendatang.
Performa impresif di El Clasico semakin memperkuat hubungan emosional Rashford dengan fans Camp Nou.
6. Ferran Torres Kembali Tampil Menentukan
Di tengah sorotan besar kepada Rashford, Ferran Torres juga menjadi pemain penting dalam kemenangan Barcelona.
Penyerang asal Spanyol itu mencetak gol kedua yang membuat Madrid semakin tertekan sejak babak pertama.
Musim ini Ferran memang beberapa kali tampil efektif di laga besar. Meski tidak selalu menjadi pusat perhatian, kontribusinya sangat penting dalam sistem permainan Hansi Flick.
Pergerakan tanpa bola Ferran juga membantu membuka ruang bagi Rashford dan lini tengah Barcelona.
7. Barcelona Kembali Jadi Penguasa Spanyol
Keberhasilan menjuarai LaLiga musim ini semakin mempertegas bahwa Barcelona kembali menjadi kekuatan utama sepak bola Spanyol.
Dua gelar liga beruntun di bawah Hansi Flick menunjukkan proyek pembangunan tim berjalan sangat positif.
Barcelona kini tidak hanya memiliki pemain muda bertalenta seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsí, tetapi juga mental juara yang mulai terbentuk kembali.
Perpaduan pemain muda dan senior membuat Blaugrana terlihat siap membangun era kejayaan baru di Camp Nou.
Kemenangan atas Real Madrid di laga penentu juara juga menjadi simbol bahwa Barcelona kembali mampu mendominasi pertandingan besar di Spanyol.
Editor : Mahendra Aditya