Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Persijap Jepara Tidak Terdegradasi, Begini Tanggapan Mario Lemos

Fikri Thoharudin • Minggu, 10 Mei 2026 | 19:46 WIB
PENCETAK GOL: Sudi Abdallah pencetak gol kedua dalam laga pekan ke-32, melawan Persita Tangerang pada Minggu (10/5). (MO PERSIJAP JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
PENCETAK GOL: Sudi Abdallah mencetak gol kedua dalam laga pekan ke-32, melawan Persita Tangerang pada Minggu (10/5). (MO PERSIJAP JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)

TANGERANG — Target Persijap Jepara tercapai. Tidak terdegradasi pada BRI Super League adalah pencapaian yang patut dirayakan.

Laskar Kalinyamat sukses, mengamankan posisinya usai mengalahkan Persita Tangerang pada Minggu (10/5).

Laga pekan ke-32 tersebut menjadi titik balik keberhasilannya. Kini, Persijap berada di posisi ke-13 dengan 34 poin.

Sedangkan Semen Padang dan PSBS Biak telah lebih dulu terdegradasi. Sementara slot zona merah yang tersisa, tampaknya akan diisi oleh Persis Solo.

Terlebih jika Madura terus menunjukkan inkonsistensi, dan Laskar Sambernyawa menang dalam dua laga.

Sebab, hingga pekan ke-32, Persis masih menduduki peringkat ke-16, dengan 28 poin.

Sekalipun dua laga yang tersisa didapati kemenangan, namun kalkulasi tak akan menggeser klasemen. 

Sedangkan Persijap juga masih punya sisa laga, melawan Borneo FC pada Minggu (17/5) dan Persib Bandung pada Sabtu (23/5).

Pada posisi ke-14, Persijap diapit oleh PSM Makassar dengan poin sama, 34. Kemudian disusul Madura United dengan 32 poin.

Pelatih Kepala Persijap Jepara, Mario Lemos mengakui laga pada Minggu (10/5) sore, menghadapi Persita Tangerang berlangsung sangat sulit. 

Menurutnya, Persita tampil baik dan mampu memberikan tekanan sepanjang pertandingan, terutama pada babak pertama. 

Namun, perubahan strategi di babak kedua menjadi titik balik kemenangan Laskar Kalinyamat.

Mario menyebut sejumlah pergantian pemain yang dilakukan di lini tengah, mampu meningkatkan keseimbangan permainan Persijap. 

Pergantian itu dinilai efektif untuk memperkuat aliran bola, sekaligus meredam tekanan lawan.

“Kami tahu pertandingan sulit, Persita bermain sangat baik. Namun di babak kedua kami melakukan beberapa pergantian pemain dan akhirnya bisa cetak gol kedua,” ujarnya usai pertandingan pada Minggu (10/5).

Ia mengakui skuad Persijap datang ke Tangerang dalam kondisi penuh tekanan, karena posisi klasemen yang belum aman dari ancaman degradasi. 

Karena itu, kemenangan telak 3-0, menjadi hasil yang sangat disyukuri seluruh tim.

“Kami datang ke sini dalam kondisi tertekan karena posisi klasemen sulit. Tapi syukur bisa menang,” imbuhnya.

Mario juga menegaskan pergantian pemain menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut. 

Menurutnya, pemain yang masuk dari bangku cadangan, mampu menjalankan instruksi dengan maksimal. Sehingga permainan Persijap lebih hidup pada paruh kedua laga.

Sementara itu, penyerang Carlos Franca mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan penting yang diraih Persijap. 

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukung, yang terus memberikan dukungan hingga Persijap berhasil keluar dari zona degradasi.

“Terima kasih banyak. Datang ke sini bisa mencetak gol dan kemenangan ini sangat berarti buat keluarga besar dan masyarakat Jepara,” ucapnya.

Franca menilai kompetisi musim ini berjalan sangat ketat dan penuh tekanan bagi seluruh tim. Karena itu, keberhasilan Persijap memastikan diri tetap bertahan di BRI Super League menjadi pencapaian yang patut disyukuri.

“Inilah kemenangan. Liga 1 sangat sulit, dan sekarang kami bisa keluar dan tetap berada di BRI Super League,” tandasnya.(fik)

Editor : Admin
#persita tangerang #klasemen BRI Super League #persijap jepara #liga 1