TANGERANG – Panggung kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2025/2026, kini memasuki fase paling mendebarkan.
Dengan Semen Padang dan PSBS Biak yang sudah dipastikan "turun kasta", kini tersisa satu slot terakhir.
Menuju jurang degradasi yang diperebutkan dengan sengit oleh tiga tim, yaitu Madura United, Persijap Jepara, dan Persis Solo.
Persis Solo, bergantung pada keajaiban dan nasib tim lain. Laskar Sambernyawa kini berada di posisi paling kritis.
Hasil imbang 0-0 melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu malam (9/5) di Stadion Manahan, membuat langkah mereka sangat berat.
Nilai yang dikantongi saat ini ialah 28 poin, dari 32 pertandingan. Membuatnya menempati posisi ke-16
Persis Solo bisa resmi terdegradasi, jika Persijap menang atas Persita pada sore ini Minggu (10/5) dan Madura United sukses menumbangkan Bhayangkara FC Senin (11/5) malam.
Persis sudah kalah head-to-head dari Persijap. Artinya, meski poin mereka nantinya sama, Persijap-lah yang akan berada di atas mereka.
Persijap Jepara sedang berburu kemenangan pada Minggu (10/5) sore ini sebagai "Tiket Selamat".
Laskar Kalinyamat memegang kendali nasib mereka sendiri. Bertandang ke markas Persita Tangerang sore ini, menjadi misi wajib tiga poin bagi anak asuh Mario Lemos.
Poin saat ini 31 poin, dari 31 pertandingan. Menduduki peringkat ke-15, dan menjadi batas aman terakhir.
Jika Persijap menang sore ini, poin Persijap menjadi 34.
Jarak 6 poin dari Persis Solo praktis menutup peluang rivalnya tersebut untuk mengejar, mengingat Persis hanya menyisakan dua laga sisa.
Sementara itu, Madura United, juga berusaha menjauh dari badai. Madura United berada di posisi yang relatif lebih nyaman, namun tetap waswas. Keunggulan tipis di klasemen membuat mereka tidak boleh terpeleset sedikit pun.
Poinnya saat ini ialah 32 poin, dari 31 pertandingan. Memeringkati posisi ke-14. Laga penentu mereka ialah saat menghadapi Bhayangkara FC pada Senin (11/5) malam.
Kemenangan di laga ini akan membawa mereka ke angka 35, yang secara matematis memastikan mereka aman, dari jangkauan poin maksimal Persis Solo (34 poin).
Secara mental, Persijap berada di atas angin karena motivasi tinggi untuk mengamankan posisi mereka, sebelum menghadapi lawan berat seperti Borneo FC dan Persib di laga penutup.
Di sisi lain, Persis Solo kini hanya bisa "berdoa" agar Persita mampu menjegal Persijap sore ini, untuk menjaga asa mereka tetap hidup hingga pekan terakhir.
Drama degradasi ini membuktikan bahwa di sepak bola Indonesia, setiap inci lapangan dan setiap detik waktu sangatlah berharga.
Satu gol sore ini di Tangerang bisa menjadi kabar gembira bagi Jepara, namun sekaligus menjadi "lonceng kematian" bagi publik sepak bola Solo.
Hingga berakhirnya babak pertama Persijap vs Persita pada Minggu (10/5), Laskar Kalinyamat berhasil mencuri satu gol. Yang ditorehkan Dicky.
Jika Persijap berhasil memimpin hingga pertandingan selesai. Musim depan, masihlah cerah bagi Persijap Jepara. Laskar Kalinyamat masih dapat merumput ke Liga 1, melanjutkan perjuangan saat ini.(fik)
Editor : Admin