RADAR KUDUS - Pelatih Atlético Madrid, Diego Simeone, memilih bersikap lapang dada usai timnya tersingkir dari Liga Champions UEFA. Kekalahan dari Arsenal di semifinal membuat langkah Los Rojiblancos terhenti sebelum partai puncak.
Bertanding di Emirates Stadium, Atletico harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-1. Gol tunggal Bukayo Saka di babak pertama menjadi penentu, sekaligus memastikan agregat 2-1 untuk Arsenal setelah leg pertama berakhir imbang.
Secara statistik, kedua tim sebenarnya tidak banyak menciptakan peluang bersih. Atletico hanya mencatat dua tembakan tepat sasaran ke gawang David Raya, namun tak satu pun berbuah gol. Arsenal pun tak jauh berbeda, tetapi lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan.
Baca Juga: Arsenal Kunci Tiket Final Liga Champions Usai Tundukkan Atletico, Declan Rice jadi Man of the Match
Simeone mengakui keunggulan lawan dan tidak mencari alasan atas kekalahan tersebut. Ia menilai Arsenal tampil lebih klinis dalam memaksimalkan peluang yang ada.
“Kalau kami tersingkir, itu karena lawan memang pantas lolos. Mereka memanfaatkan peluang penting di babak pertama. Saya menerima hasil ini dengan tenang,” ujar Simeone.
Ia juga menyoroti kurang tajamnya lini serang timnya, meski mengakui ada peningkatan performa di babak kedua. Namun, berbagai peluang yang muncul gagal dikonversi menjadi gol.
Baca Juga: Rating Pemain Arsenal Setelah Tekuk Atletico 1-0, Akhiri Penantian 20 Tahun ke Final UCL
“Kami tidak cukup efektif. Di babak kedua kami lebih baik, tetapi hasilnya tidak berubah. Kami sudah memberikan segalanya dan harus menerima kenyataan ini,” lanjutnya.
Meski sempat muncul kontroversi terkait keputusan wasit yang tidak memberikan penalti saat Antoine Griezmann dan Giuliano Simeone terjatuh di kotak terlarang, Simeone menolak menjadikan hal tersebut sebagai kambing hitam.
“Saya tidak ingin membahas itu. Semua orang punya pandangan masing-masing, tetapi saya tidak ingin mencari alasan,” tegas pelatih asal Argentina tersebut.
Kegagalan ini memastikan Atletico menutup musim tanpa gelar. Sebelumnya, mereka juga harus puas menjadi runner-up di Copa del Rey dan kini hanya berjuang mengamankan posisi empat besar di LaLiga.
Meski tanpa trofi, Simeone tetap mengapresiasi perjuangan timnya sepanjang musim. Ia menilai Atletico tetap mampu bersaing di level tertinggi, meski belum berhasil meraih hasil akhir yang diharapkan.
“Saya bangga dengan para pemain dan dukungan suporter. Kami telah berjuang keras dan mencapai level yang tidak mudah,” tutupnya.
Editor : Mahendra Aditya