JEPARA — Persijap Jepara bakal melakoni laga berat. Menjamu Persija Jakarta pada Senin (4/5) di Stadion GBK Jepara. Kick off dimulai pukul 19.00.
Tren positif menjadi riwayat yang disandang tim tamu.
Persija Jakarta sendiri sebelumnya menang 4-0 atas Persis, pada Senin (27/4). Imbang 1-1, saat melawan PSIM Yogyakarta pada Rabu (22/4).
Lalu menang 1-0 atas PSBS Biak pada Sabtu (18/4) dan menang 3-0 saat melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (12/4). Namun kalah 3-2 saat bertandang melawan Bhayangkara FC pada Minggu (5/4).
Sementara itu, Persijap juga baru mengalami kekalahan pada pekan ke-30. Kalah tipis dari Dewa United 1-0, pada Rabu (29/4) lalu. Sebelumnya delapan laga tanpa mengalami kekalahan.
Inilah yang membuat tren pertandingan Persijap Jepara jauh lebih baik, dibandingkan dalam putaran pertama.
Persijap berhasil keluar dari garis papan bawah, merangkak dari zona merah. Hingga sekarang bertengger di peringkat ke-13 dari 18 klub. Diapit oleh PSM Makassar dengan poin yang sama, yakni 31 poin.
Laga melawan Persija Jakarta menjadi laga mematikan pertama, dari sisa empat pertandingan. Kalah dan merosot bukan pilihan.
Tak ada kata lain selain bermain dengan baik. Sebab, pertarungan tim papan bawah sangatlah ketat.
Sedangkan Persija Jakarta, hingga pekan ke-30 menduduki peringkat ke-3 klasemen sementara, dengan 62 poin. Hanya selisih tujuh poin dari Persib dan Borneo yang berada di peringkat 1 dan 2 klasemen sementara.
Macan Kemayoran pun turut berebut status juara. Kesempatan tersebut tentu tak akan disia-siakannya. Empat laga jadi pertaruhan, prestise, sebagai tim kuat di kasta tertinggi sepakbola di Indonesia ini.
Pada (3/1) lalu, Persija Jakarta berhasil menang 2-0 atas Persijap Jepara. Namun kini dengan kesempatan bermain di kandang, Persijap Jepara terlampau bisa menekuk tim tamunya tersebut.
Bukan tak mungkin, pasalnya Persijap Jepara sendiri dapat mengalahkan Bhayangkara FC 2-0 pada (11/4) lalu. Begitupun saat putaran pertama, (18/8/2025) lalu, berhasil menang di kandang saat menjamu Persib Bandung.
Kunci kemenangan Persijap seringkali terletak pada umpan-umpan panjang, serangan cepat yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Mario Lemos pun tampak berhasil menunjukkan sejumlah taktik jitu, dalam membongkar pertahanan lawan. Tanpa melupakan lini belakang skuas asuhannya sendiri.
Bertahan dan menyerang, jadi satu skema yang dapat menjadi pijakan awal. Apalagi jika para pemain Laskar Kalinyamat berhasil menjaga ritme permainan, dan atmosfer di lapangan, semua tuntas diatasi. Hal itulah yang tampak akan Mario Lemos lakukan.
Semua anak asuhnya diminta kerja keras. Melakukan penguasaan bola, mendominasi permainan, hingga dapat mengonversinya menjadi gol.
Umpan-umpan silang atas Hamisi, Borja Herrera, Iker, sering manjur. Termasuk aksi individu yang beberapa kali diperlihatkan Franca.
Meski demikian, para pemain Persija Jakarta juga berbahaya. Tak hanya di lini serang, bahkan sektor tengah hingga belakang pun sering menyumbangkan gol. Seperti Sousa, Hannan, Fabio, Ramadhani, Ricardo, Pamungkas dan Tubarao.
Apalagi di sektor depan, ada Maxwell yang telah mencetak 15 gol, Allano 9 gol dan Runtukahu 6 gol.
Gerak gesit dari para pemain Persija amat patut diwaspadai. Tanpa pengawalan yang ketat, Macan Kemayoran dapat menciptakan gol. Itu bukanlah hal yang diharapkan oleh Laskar Kalinyamat.
Sang pelatih, Mario Lemos, kini tentu memusatkan segenap konsentrasi dalam menghadapi Persija Jakarta. Taktik saja tak cukup. Perlu skill kolektif yang dapat membuat bocor benteng lini belakang.
Itulah yang akan disajikan para anak asuhnya. Ia biasa menyebutnya, surprise, kejutan. Selain strategi bunglon yang pernah diterapkan, kini mata publik, utamanya para pencinta sepakbola tertuju pada pertandingan ini. Laga akan digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, pada Senin (4/5) pukul 19.00.
Beruntung, kali ini separoh tribun dapat diisi oleh suporter. Usai buntut sanksi yang diterima Laskar Kalinyamat usai oknum suporter bentrok dengan suporter Laskar Sambernyawa pada (5/3) lalu.
Pertandingan sudah barang tentu akan sengit. Penuh gairah. Tim tamu hendak berjuang menjadi juara liga, sedangkan tuan rumah hendak mengamankan diri. Tidak terdegradasi.
Pelatih Kepala Persijap Jepara Mario Lemos menyampaikan persiapan tidak banyak, waktu sangat pendek.
"Kami kembali bermain home, beserta suporter, semoga mendapatkan hasil yang bagus," ucapnya saat sesi pre-match perss conference Minggu (3/5).
Mario Lemos, menyebut Carlos Franca tak bisa hadir karena mendapatkan akumulasi kartu. Sehingga Alexis dipasangnya.
"Saya merasa beruntung bagaimana pun keadaannya. Tidak hadirnya Franca akibat akumulasi kartu digantikan oleh Alexis. Saya berharap pemain memberikan permainan sulit bagi lawan dan memberikan poin untuk Persijap Jepara," ucapnya.
Sang Pelatih merasa timnya merasa siap, untuk berlaga.
"Tidak ada pemain yang diwaspadai, tapi secara tim. Persija Jakarta adalah tim yang bagus, kami akan fokus, enjoy the match. Kami akan mencoba, mendapatkan poin, dengan permainan yang berani. Semoga berjalan lancar, target kami memenangkan pertandingan," sebutnya.
Sementara itu, pemain Persijap Jepara Alexis Gomez menyebutkan persiapan juga sangat bagus. Kekalahan 1-0 atas Dewa United sudah dilupakan.
"Kami fokus, dan berhadapan Persija tanpa rasa takut dan percaya diri," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin