Persib Hampir Tumbang, Kebangkitan Telat Selamatkan Muka di Pekan 28

Ali Mustofa • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 14:28 WIB
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak. (Persib Bandung/Antara)
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak. (Persib Bandung/Antara)

RADAR KUDUS Persib Bandung harus menerima hasil imbang 2-2 saat menghadapi Dewa United pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Internasional Banten, Senin (20/4/2026), berjalan dalam tempo tinggi dan menghadirkan empat gol serta sejumlah momen krusial sepanjang laga.

Skuad asuhan Bojan Hodak sempat berada dalam tekanan setelah tertinggal dua gol lebih dulu.

Tuan rumah membuka skor melalui Alex Martins Ferreira pada menit ke-24.

Situasi makin sulit bagi Persib setelah Ricky Kambuaya menggandakan keunggulan Dewa United di menit ke-61.

Tertinggal dua gol tidak membuat Persib menyerah. Perubahan taktik dan peningkatan intensitas serangan mulai terlihat memasuki fase akhir pertandingan.

Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Thom Haye memperkecil selisih melalui tendangan penalti pada menit ke-77.

Momentum kebangkitan itu berlanjut hingga Andrew Jung sukses menyamakan kedudukan lewat sundulan di menit ke-86.

Usai pertandingan, Hodak menilai duel berjalan menarik dengan banyak peluang tercipta di kedua kubu.

Meski timnya mampu bangkit dari ketertinggalan, ia mengakui hasil imbang tersebut belum sepenuhnya memuaskan.

Menurutnya, lini serang Persib sebenarnya tampil cukup baik karena mampu mengejar defisit dua gol.

Namun, ia menilai peluang yang ada seharusnya bisa dimaksimalkan menjadi tambahan gol.

Pelatih asal Kroasia itu juga menyoroti kesalahan mendasar yang menyebabkan dua gol Dewa United.

Ia menilai gol pertama terjadi karena pemain Persib berhenti bermain setelah mengira bola keluar lapangan, situasi yang langsung dimanfaatkan lawan.

Sementara gol kedua dinilai lahir dari kesalahan individu yang berujung fatal.

Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Persib, khususnya terkait konsentrasi dan disiplin permainan.

Di tengah persaingan kompetisi yang semakin ketat, kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap posisi di klasemen.

Persib kini dituntut segera berbenah sebelum menghadapi pertandingan selanjutnya.

Konsistensi performa akan menjadi kunci utama jika mereka ingin tetap bersaing di papan atas Super League musim ini.

 
Editor : Ali Mustofa
dewa united persib bandung pertandingan BRI Super League