RADAR KUDUS - Persiku Kudus membuktikan daya juang tinggi saat menghadapi Barito Putera dalam lanjutan Pegadaian Championship Liga 2 musim 2025/2026. Bertanding di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, laga yang berlangsung ketat itu berakhir 1-1, dengan gol penyeimbang tercipta di detik-detik terakhir pertandingan.
Hasil ini bukan sekadar tambahan satu poin. Lebih dari itu, Persiku menunjukkan karakter tim yang tidak mudah runtuh meski berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan.
Barito Dominan, Persiku Bertahan Disiplin
Sejak peluit awal dibunyikan, Barito Putera langsung mengambil inisiatif serangan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim berjuluk Laskar Antasari tampil agresif dengan mengandalkan pengalaman pemain senior seperti Rizki Pora.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan tuan rumah, termasuk sundulan Wildan Ramdani yang nyaris membuka keunggulan di pertengahan babak pertama. Namun, akurasi penyelesaian akhir menjadi kendala utama.
Di sisi lain, Persiku tidak sekadar bertahan. Tim berjuluk Macan Muria mencoba merespons lewat serangan balik cepat. Duet pemain asing Caique Sousa dan Igor Henrique menjadi motor serangan, meski belum mampu memecah kebuntuan hingga turun minum.
Babak pertama ditutup tanpa gol, mencerminkan duel yang berjalan ketat namun minim efektivitas di lini depan.
Momentum Berubah di Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, tempo permainan meningkat. Barito tetap mendominasi penguasaan bola dan terus menekan lini pertahanan Persiku yang dikomandoi Jamerson.
Beberapa peluang emas sempat tercipta, namun kiper Persiku tampil sigap menjaga gawang tetap aman. Di sisi lain, Persiku juga mulai berani keluar menyerang, menciptakan ancaman melalui skema bola mati dan serangan cepat.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-75. Tendangan bebas Rizki Pora meluncur indah ke sudut gawang, tak mampu dijangkau kiper Persiku. Gol tersebut membuat Barito unggul 1-0 dan semakin percaya diri mengendalikan permainan.
Ketegangan Meningkat, Persiku Tak Menyerah
Tertinggal satu gol, Persiku dipaksa meningkatkan intensitas permainan. Namun, solidnya lini belakang Barito membuat upaya mereka kerap kandas sebelum memasuki area berbahaya.
Waktu terus berjalan, dan kemenangan Barito tampak sudah di depan mata. Namun, justru di momen inilah mental Persiku diuji.
Alih-alih menyerah, tim tamu tetap berusaha mencari celah hingga menit-menit akhir.
Gol Dramatis Ubah Segalanya
Ketika laga memasuki masa injury time, Persiku mendapatkan momentum terakhir. Pada menit 90+5, Igor Henrique menerima bola di dalam kotak penalti dan langsung melepaskan tembakan keras.
Bola sempat mengenai bek Barito, Renan Alves, yang mencoba menghalau. Namun arah bola justru berubah dan mengecoh kiper, menghasilkan gol bunuh diri yang membuat skor menjadi 1-1.
Gol tersebut menjadi titik balik emosional dalam pertandingan. Dari posisi hampir kalah, Persiku berhasil mencuri hasil imbang yang terasa seperti kemenangan.
Kartu Merah dan Akhir Laga
Situasi semakin memanas ketika Barito harus kehilangan satu pemain di sisa waktu pertandingan. Bagas Kafa diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras.
Meski memiliki keunggulan jumlah pemain, waktu yang tersisa tidak cukup bagi Persiku untuk membalikkan keadaan. Pertandingan pun berakhir dengan skor imbang.
Dampak Hasil bagi Klasemen
Hasil ini memberikan konsekuensi penting bagi kedua tim. Barito Putera gagal memanfaatkan peluang untuk naik ke posisi kedua klasemen, tetap tertahan di bawah Persipura Jayapura.
Sementara itu, Persiku Kudus berhasil mengamankan posisi di papan tengah dan menjauh dari ancaman degradasi. Tambahan satu poin ini sangat berarti dalam menjaga stabilitas tim di sisa kompetisi.
Lebih dari Sekadar Skor
Pertandingan ini menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya soal dominasi atau statistik, tetapi juga soal mentalitas. Persiku mungkin tidak tampil dominan, tetapi mereka memperlihatkan ketahanan dan determinasi yang menjadi kunci hasil akhir.
Gol di menit terakhir menjadi simbol bahwa dalam sepak bola, peluang selalu ada hingga peluit panjang dibunyikan.
Editor : Mahendra Aditya