RADAR KUDUS - Keputusan John Herdman memasukkan Elkan Baggott ke dalam skuad final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 bukan sekadar pilihan teknis.
Ini adalah sinyal arah baru: standar profesionalisme tinggi menjadi prioritas utama.
Setelah sempat absen cukup lama dari tim nasional, kembalinya Elkan bukan tanpa pertimbangan.
Herdman menilai bek berusia 23 tahun itu membawa kualitas yang jarang dimiliki pemain lain di skuad saat ini—terutama pengalaman bermain di kompetisi Inggris bersama Ipswich Town.
Alih-alih melihat faktor kedekatan latar belakang, Herdman menegaskan bahwa penilaiannya murni berbasis performa.
Ia mengaku terkesan dengan intensitas permainan dan disiplin latihan Elkan yang terbentuk di lingkungan kompetitif kasta kedua sepak bola Inggris.
Menurutnya, hal tersebut bukan hanya soal kemampuan individu, tetapi juga nilai tambah bagi tim.
Elkan diharapkan mampu “menularkan” standar latihan, etos kerja, dan ritme permainan yang lebih tinggi ke dalam skuad nasional.
Bukan Sekadar Comeback, Tapi Ujian
Pemanggilan ini juga menjadi momentum penting bagi Elkan.
Setelah sebelumnya menolak panggilan timnas pada 2024, kini ia dihadapkan pada ekspektasi besar untuk membuktikan komitmennya.
Herdman secara terbuka menyebut Elkan sebagai bagian dari masa depan Timnas Indonesia.
Dengan usia yang masih relatif muda untuk seorang bek tengah, peluang berkembang masih sangat terbuka, terutama jika mampu tampil konsisten di level internasional.
Fokus ke FIFA Series 2026
Dalam waktu dekat, Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis national football team pada 27 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sebelum melanjutkan laga berikutnya pada 30 Maret.
Turnamen FIFA Series 2026 ini menjadi panggung awal bagi Herdman untuk membentuk identitas tim.
Dalam konteks itu, kehadiran Elkan bukan hanya sebagai pemain bertahan, tetapi sebagai bagian dari kerangka besar pembangunan skuad.
Arah Baru Timnas
Di balik keputusan ini, terlihat pendekatan yang lebih struktural dari Herdman.
Ia tidak hanya memilih pemain berdasarkan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan kesinambungan tim dalam jangka panjang.
Elkan Baggott menjadi simbol dari pendekatan tersebut—pemain muda dengan pengalaman luar negeri yang diharapkan bisa menjadi pilar utama dalam fase transisi Timnas Indonesia.
Jika mampu menjawab kepercayaan ini, bukan tidak mungkin posisinya akan semakin sentral dalam proyek jangka panjang tim Garuda.
Editor : Mahendra Aditya