Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Warisan Besar Michael Bambang Hartono: Dari Jurang Bangkrut, Como 1907 Kini Mengincar Liga Champions

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 24 Maret 2026 | 08:25 WIB
Suporter Como 1907
Suporter Como 1907

RADAR KUDUS - Kepergian Michael Bambang Hartono bukan sekadar kabar duka bagi dunia bisnis Indonesia.

Lebih dari itu, wafatnya tokoh penting di balik Djarum Group ini juga meninggalkan jejak mendalam di panggung sepak bola Eropa, khususnya bagi Como 1907.

Bagi sebagian publik, Como hanyalah klub kecil dari Italia utara.

Namun bagi mereka yang mengikuti perjalanannya dalam beberapa tahun terakhir, Como adalah simbol kebangkitan—dan di balik kebangkitan itu, terdapat peran krusial Bambang Hartono.

Ketika klub ini nyaris tenggelam di jurang kebangkrutan, kehadiran investor dari Indonesia menjadi titik balik yang tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga mengubah arah sejarah klub secara drastis.


Dari Ambang Runtuh ke Proyek Ambisius

Sebelum diakuisisi, Como 1907 bukanlah nama yang diperhitungkan.

Klub ini bahkan sempat terpuruk di kasta bawah, tepatnya Serie D. Krisis finansial membuat operasional klub tersendat, dan masa depan mereka nyaris gelap.

Namun situasi berubah sejak masuknya keluarga Hartono.

Bersama Robert Budi Hartono, Bambang Hartono tidak sekadar menyuntikkan dana.

Mereka membangun fondasi klub dengan pendekatan jangka panjang—mulai dari manajemen, infrastruktur, hingga strategi pengembangan pemain.

Dalam kurun waktu kurang dari lima tahun, Como mencatatkan lompatan luar biasa:

Transformasi ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari visi yang matang dan konsistensi investasi.


Lebih dari Sekadar Uang: Visi yang Membentuk Identitas

Apa yang membedakan Bambang Hartono dari investor lain adalah pendekatannya.

Ia tidak hanya berperan sebagai pemilik, tetapi sebagai arsitek perubahan.

Alih-alih membangun tim instan, Como dikembangkan sebagai proyek berkelanjutan. Klub ini mulai dikenal sebagai tim dengan struktur yang sehat, finansial stabil, dan ambisi realistis.

Bahkan, laporan berbagai sumber internasional menyebut Como sebagai salah satu klub dengan kekuatan finansial paling solid di Italia.

Hal ini memberi mereka keunggulan dalam membangun skuad kompetitif tanpa tekanan ekonomi berlebihan.


Momentum Emosional: Kemenangan untuk Sang Pendiri

Duka atas wafatnya Bambang Hartono terasa hingga ruang ganti tim.

Dalam laga melawan Pisa, Como tidak hanya bermain untuk tiga poin, tetapi juga untuk menghormati sosok yang telah mengubah hidup klub mereka.

Dipimpin oleh Cesc Fabregas, Como tampil dominan dan menang telak 5-0 di Stadio Giuseppe Sinigaglia.

Sebelum pertandingan dimulai, seluruh stadion mengheningkan cipta—sebuah momen yang menggambarkan betapa besar pengaruh Bambang Hartono bagi klub ini.

Fabregas menyebut kemenangan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar hasil pertandingan. Itu adalah bentuk penghormatan dan rasa terima kasih.


Dari Klub Kecil ke Kandidat Liga Champions

Musim 2025/2026 menjadi bukti nyata keberhasilan proyek ini.

Como kini bertengger di papan atas klasemen Serie A dan mulai diperhitungkan sebagai kandidat serius untuk menembus zona Liga Champions.

Dengan koleksi poin yang stabil dan performa konsisten, mimpi tampil di kompetisi elite Eropa bukan lagi sekadar angan.

Ini adalah realitas yang dibangun dari fondasi kuat sejak awal akuisisi.


Dampak Global dari Keputusan Lokal

Yang menarik, kisah ini bukan hanya tentang sepak bola.

Ini adalah contoh bagaimana keputusan bisnis dari sebuah kota di Indonesia—Kudus—dapat berdampak hingga ke panggung global.

Investasi yang dilakukan Bambang Hartono menunjukkan bahwa peran pengusaha Indonesia tidak lagi terbatas di dalam negeri.

Mereka mampu menjadi pemain penting dalam ekosistem global, termasuk di industri olahraga paling kompetitif di dunia.


Sosok Sederhana di Balik Kesuksesan Besar

Di balik pencapaiannya, Bambang Hartono dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan dekat dengan karyawan.

Hal ini juga tercermin dari bagaimana ia membangun hubungan dengan berbagai pihak, termasuk di Como.

Tidak heran jika kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya karena posisinya sebagai pemilik, tetapi juga sebagai figur yang dihormati.


Warisan yang Lebih Besar dari Trofi

Keberhasilan Como saat ini mungkin belum menghasilkan trofi besar.

Namun warisan Bambang Hartono jauh melampaui itu.

Ia meninggalkan:

Dalam dunia sepak bola modern yang sering didominasi oleh hasil instan, pendekatan ini menjadi sesuatu yang langka sekaligus berharga.


Ketika Sepak Bola dan Visi Bertemu

Kisah Como 1907 adalah bukti bahwa sepak bola bukan hanya soal pertandingan di lapangan.

Ini adalah tentang visi, keberanian mengambil risiko, dan komitmen jangka panjang.

Kepergian Michael Bambang Hartono memang meninggalkan kekosongan.

Namun jejak yang ia tinggalkan akan terus hidup—di setiap kemenangan, di setiap langkah klub menuju Liga Champions, dan dalam sejarah Como yang kini memiliki arah baru.

Editor : Admin
#Michael Bambang Hartono #como serie a #kebangkitan como #investor indonesia di eropa #klub sepak bola italia #como liga champions #robert budi hartono #klub terkaya italia #serie a 2026 #como vs pisa #bisnis sepak bola eropa #transformasi klub sepak bola #investasi olahraga #klub dari serie d ke serie a #sepak bola italia terbaru #berita como 1907 #djarum kudus #pengusaha indonesia dunia #klub promosi serie a #kisah sukses como #sejarah como 1907 #Como 1907 #Cesc Fabregas Como #pemilik Como 1907 #Djarum Group