BANDUNG - Perjalanan Persib Bandung di ACL 2 2025/2026 Resmi Terhenti
Langkah Persib Bandung di ajang AFC Champions League Two 2025/2026 harus berhenti di babak 16 besar.
Meski mampu meraih kemenangan 1-0 pada leg kedua, hasil tersebut tak cukup untuk menyelamatkan langkah Maung Bandung.
Secara agregat, Persib kalah 1-3 dari Ratchaburi FC, setelah sebelumnya tumbang 0-3 di Thailand.
Pada pertandingan leg kedua yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Persib tampil penuh determinasi. Namun defisit tiga gol dari laga tandang menjadi beban yang terlalu berat untuk dibalikkan.
Performa Meyakinkan di Fase Grup
Sebelum tersingkir, perjalanan Persib sebenarnya cukup menjanjikan. Di fase grup, mereka tampil konsisten dan mampu finis sebagai juara Grup G.
Salah satu kemenangan penting diraih atas Bangkok United, yang mempertegas status Persib sebagai salah satu wakil Indonesia yang patut diperhitungkan di kompetisi Asia.
Penampilan solid di babak penyisihan itu sempat memunculkan optimisme bahwa Pangeran Biru bisa melangkah jauh, bahkan menembus semifinal. Lini pertahanan yang disiplin serta efektivitas serangan menjadi modal utama mereka saat itu.
Mimpi Retak di Thailand
Masalah mulai muncul saat Persib bertandang ke markas Ratchaburi pada leg pertama babak 16 besar, 11 Februari 2026.
Tuan rumah tampil agresif dan efektif memanfaatkan peluang.
Dua gol dari Pedro Tana serta satu gol tambahan dari Gabriel Mutombo membuat Persib pulang dengan kekalahan telak 0-3.
Kekalahan tersebut menjadi titik krusial. Dalam format dua leg, selisih tiga gol jelas menyulitkan.
Persib dituntut mencetak minimal tiga gol tanpa balas di Bandung hanya untuk memaksakan perpanjangan waktu.
Menang 1-0, Tapi Agregat Tak Berpihak
Pada leg kedua, Persib menunjukkan respons positif. Sejak awal laga, mereka tampil menekan demi mengejar ketertinggalan.
Usaha keras itu membuahkan hasil lewat gol Andrew Jung pada menit ke-40. Gol tersebut sempat membakar semangat ribuan bobotoh yang memenuhi stadion.
Skor 1-0 bertahan hingga akhir laga. Secara hasil pertandingan, Persib menang.
Namun secara keseluruhan, agregat tetap 1-3 untuk keunggulan Ratchaburi. Artinya, perjalanan Maung Bandung di ACL 2 musim ini resmi berakhir di babak 16 besar.
Evaluasi di Level Asia
Pelatih Bojan Hodak mengakui timnya sudah berjuang maksimal, terutama pada leg kedua.
Dukungan publik Bandung juga menjadi energi tambahan bagi skuad.
Namun sepak bola level Asia menuntut konsistensi dalam dua pertandingan, bukan hanya satu malam yang baik.
Bek andalan seperti Frans Putros sebelumnya sempat menyatakan optimisme untuk melakukan comeback.
Tetapi realitas di lapangan berkata lain. Ketajaman Ratchaburi di leg pertama menjadi pembeda yang sulit dikejar.
Catatan Penting dari ACL 2 2026
Meski tersingkir, kiprah Persib di ACL 2 musim ini tetap meninggalkan catatan positif.
Mereka menunjukkan bahwa klub Indonesia mampu bersaing di kompetisi Asia tingkat kedua.
Pengalaman menghadapi tim-tim kuat dari Thailand dan kawasan Asia lainnya menjadi modal berharga untuk pengembangan tim ke depan.
Kegagalan ini bisa menjadi bahan evaluasi, khususnya dalam menjaga konsistensi performa kandang dan tandang.
Jika mampu memperbaiki detail tersebut, bukan tidak mungkin Persib kembali tampil lebih matang di kompetisi Asia berikutnya.
Editor : Mahendra Aditya