Lebih dari 60 Siswa Absen, MBG di SMAN 1 Rembang Sementara Dihentikan

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 16:22 WIB
Badan Gizi Nasional Siapkan Sistem Marketplace Khusus Pengadaan Bahan Baku Program MBG
Ilustrasi MBG.

REMBANG – Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Rembang dihentikan sementara mulai Senin (28/9). Kebijakan tersebut diambil setelah sebelumnya sejumlah siswa dan guru mengalami keluhan diare dan mual yang diduga muncul setelah mengonsumsi MBG.

Pihak sekolah kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah dikirimkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang. Sekolah juga melakukan pendataan terhadap siswa yang tidak masuk untuk mengetahui kondisi terkini peserta didik.

Kepala SMAN 1 Rembang Endang Sri Lestari mengatakan, berdasarkan pendataan guru Bimbingan dan Konseling (BK), terdapat lebih dari 60 siswa yang tidak masuk sekolah pada Senin (28/9). Namun, tidak seluruhnya absen karena sakit.

Sebagian siswa tercatat mengalami demam, ada yang izin karena kepentingan keluarga, serta terdapat siswa yang mengalami keluhan kesehatan lain. Sementara yang diketahui mengalami keluhan dan diduga berkaitan dengan MBG hanya dua siswa berdasarkan pendataan sekolah.

Baca Juga: Keluhan Diare Usai MBG Terjadi di SMAN 1 Rembang, Dinkes Kirim Sampel Makanan ke Balabkesprov

”Untuk anak-anak yang absen hari ini ada yang sakit panas, ada yang izin kepentingan keluarga, ada yang sakit keseleo. Data ini langsung dari guru BK njih,” kata Endang kepada Jawa Pos Radar Kudus, Senin (28/9).

Pada hari yang sama, SMAN 1 Rembang juga menerima kunjungan dari Dinkes dan Puskesmas Rembang. Petugas melakukan klarifikasi mengenai jumlah siswa yang terdampak serta meminta data peserta didik untuk melengkapi kebutuhan pemeriksaan laboratorium.

Menurut Endang, kunjungan tersebut tidak berupa pemeriksaan kesehatan terhadap siswa. Petugas lebih berfokus pada klarifikasi kondisi siswa dan pengumpulan data yang diperlukan dalam proses pemeriksaan.

”Tidak ada pemeriksaan anak. Hanya klarifikasi yang terdampak dan data anak untuk digunakan uji lab,” terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan dan distribusi MBG. Untuk sementara, penyaluran makanan dihentikan hingga kondisi dinilai kembali stabil.

Sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui secara lebih jelas penyebab keluhan yang dialami sejumlah siswa dan guru. Apabila distribusi MBG kembali dilanjutkan, pihak sekolah menyebut akan ada nota kesepahaman atau MoU terkait pelaksanaannya.

”Karena hingga saat ini belum tahu persis. Sehingga pihak SMAN 1 Rembang tidak bisa menjelaskan secara mendetail,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat, pihak sekolah mencatat sebanyak 105 siswa dan delapan guru mengalami keluhan diare dan mual. Sekolah belum dapat memastikan penyebab keluhan tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan.

Endang mencontohkan, terdapat seorang siswa kelas XI yang sempat beristirahat di UKS karena merasa mual. Berdasarkan keterangan siswa tersebut, dia sebelumnya telah mengalami diare. Keluhan itu sempat berhenti pada Kamis, tetapi kembali muncul setelah yang bersangkutan mengonsumsi makanan yang kemungkinan pedas.

Pada Kamis (24/9), siswa dan guru di SMAN 1 Rembang menerima distribusi MBG dengan menu nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali.

Meski muncul sejumlah keluhan kesehatan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal. Siswa kelas X bahkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler hingga sekitar pukul 16.00. Sementara itu, siswa kelas XII mengikuti tambahan jam pelajaran untuk Tes Kemampuan Akademik.

Untuk kelas XI, kegiatan pembelajaran berakhir seperti biasa sehingga para siswa langsung pulang. Adapun pada Sabtu, kegiatan sekolah diliburkan.

Rincian absensi siswa per Senin (28/9) telah dihimpun pihak sekolah dan menjadi bagian dari data pendukung yang disampaikan kepada Dinkes. Data tersebut mencatat siswa yang sakit maupun izin dari berbagai kelas X, XI, dan XII.

Sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terkait distribusi MBG di SMAN 1 Rembang. (noe)

Editor : Mahendra Aditya
distribusi MBG dihentikan hasil uji lab MBG dinkes rembang MBG REMBANG SMAN 1 Rembang