KBM MAN 2 Rembang Berangsur Normal, Lima Siswa Susulan Dilarikan ke Puskesmas

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 15:40 WIB
MAN 2 REMBANG/RADAR KUDUS
MULAI PULIH: Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) MAN 2 Rembang berangsur pulih, Kamis (10/9).
MAN 2 REMBANG/RADAR KUDUS
MULAI PULIH: Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) MAN 2 Rembang berangsur pulih, Kamis (10/9).

 

REMBANG – Kasus dugaan keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) di MAN 2 Rembang (MAN Lasem) bertambah. Lima siswa kembali dilarikan ke puskesmas, Kamis pagi (10/9), saat kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka kembali digelar.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus menyebutkan, dari sekitar 1.200 siswa MAN Lasem, lebih dari 1.000 mengikuti KBM tatap muka kemarin. Sisanya, sekitar seratusan siswa, tercatat absen hingga pukul 12.30. 

Meski begitu, KBM berjalan lancar dengan hanya lima siswa yang jatuh sakit. Pihak sekolah pun memetakan siswa yang dirawat, baik di puskesmas maupun rumah sakit. Hingga siang kemarin, 14 siswa masih menjalani perawatan di RSUD.

Kepala MAN 2 Rembang dr Akhmad Suhadak Solikin membenarkan KBM sudah kembali normal sejak Kamis (10/9), setelah sehari sebelumnya sempat diterapkan pembelajaran daring akibat diare massal.

”Kamis kita masukkan kelas. Ternyata anak yang tiga hari sebelumnya belum sakit, ini muncul keluhan,” kata Suhadak saat dikonfirmasi kemarin.

Suhadak merinci, lima siswa yang sakit mengalami gejala serupa: diare mendadak disertai pusing. Mereka berasal dari latar tempat tinggal berbeda—ada yang mondok di pesantren, kos, maupun tinggal di rumah. Salah satu di antaranya diketahui memiliki riwayat asma, dan berdomisili di luar kota, yakni Tuban.

”Baru terasa tiga hari setelahnya. Mungkin soal imun,” ujarnya.

Kemarin siang, Suhadak memastikan pihak sekolah langsung membawa siswa yang sakit ke puskesmas untuk penanganan medis.

MAN Lasem juga berkoordinasi dengan pondok pesantren mitra di Kecamatan Lasem agar santri yang sakit diizinkan pulang sementara waktu. Langkah ini diambil agar siswa bisa lebih cepat pulih di bawah pengawasan orang tua, selain siswa yang sudah dipulangkan dari puskesmas.

”Anak-anak di pondok ada yang rumahnya jauh. Sudah bertahan tiga hari, tapi begitu masuk sekolah, lemas,” jelasnya.

Sekolah turut memberikan dispensasi bagi siswa yang sakit hingga benar-benar pulih. Kamis kemarin, jumlah siswa yang dilarikan ke rumah sakit pun bertambah, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap. (noe/ali)

 

Editor : Ali Mahmudi
keracunan mbg lasem MAN 2 rembang puskesmas lasem Rembang hari ini