REMBANG – Kondisi para siswa dan guru SMAN 1 Lasem yang sebelumnya mengalami dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) berangsur membaik.
Hingga Senin (7/9) pukul 13.30 WIB, sudah tidak ada lagi pasien yang menjalani perawatan di Puskesmas Lasem.
Sebelumnya, tercatat 33 pasien yang mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Lasem.
Mereka terdiri atas 28 siswa dan lima guru. Seluruh pasien yang mengalami keluhan kesehatan setelah kejadian pada Rabu (2/9) tersebut telah diperbolehkan kembali ke rumah.
Kepala Puskesmas Lasem dr Joko Paryanto menjelaskan, pasien terakhir yang datang ke puskesmas pada Senin pagi juga sudah diperbolehkan pulang beberapa jam kemudian.
Pasien tersebut sempat mengeluhkan tubuh lemas, sakit perut, dan mual. Setelah mendapatkan penanganan di IGD berupa infus, obat-obatan, serta suntikan untuk meredakan nyeri, kondisinya membaik.
Pada sekitar pukul 13.30 WIB, pasien tersebut sudah dalam kondisi baik dan meminta untuk pulang. Dengan demikian, tidak ada lagi pasien yang dirawat di Puskesmas Lasem akibat kejadian tersebut.
Joko menyebutkan, sejak Kamis hingga Minggu (3-6/9), sebanyak 32 siswa dan guru datang ke Puskesmas Lasem untuk mendapatkan pemeriksaan.
Dari jumlah tersebut, 12 orang harus menjalani rawat inap, sedangkan pasien lainnya mendapatkan pelayanan rawat jalan.
Meski seluruh pasien telah pulang, pihak puskesmas tetap membuka kesempatan bagi siswa maupun guru yang masih merasakan keluhan untuk melakukan kontrol.
Joko juga mengingatkan mereka yang sudah pulih untuk tetap menjaga kondisi tubuh di rumah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Pola makan teratur dan bergizi serta istirahat yang cukup juga perlu diperhatikan.
Untuk sementara, pasien yang masih dalam masa pemulihan dianjurkan menghindari makanan yang dapat memicu gangguan lambung, seperti makanan pedas dan asam, termasuk minuman kopi.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Lasem Juhartutik mengatakan, meskipun seluruh siswa dan guru yang terdampak sudah tidak lagi menjalani perawatan di puskesmas, masih terdapat 31 siswa yang belum masuk sekolah karena izin akibat kejadian tersebut.
Juhartutik bersyukur kondisi para siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan telah membaik dan diperbolehkan pulang.
Namun, pada Senin pagi masih ada seorang siswa yang kembali datang ke Puskesmas Lasem karena mengeluhkan sakit pada bagian perut.
Setelah kondisinya membaik, siswa tersebut juga diperbolehkan pulang pada siang harinya.
Di sisi lain, pihak SMAN 1 Lasem masih melakukan pengolahan kuesioner yang diberikan kepada siswa dan guru berkaitan dengan keberlanjutan program MBG di sekolah.
Hasil kuesioner tersebut nantinya akan menjadi bahan pembahasan internal. Hingga Senin, Juhartutik belum menyampaikan jumlah maupun hasil sementara dari kuesioner tersebut.
Pada hari yang sama, SMAN 1 Lasem juga menerima kunjungan sejumlah pihak, di antaranya perwakilan Kanwil Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemen HAM) serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV.
Juhartutik menambahkan, pihak sekolah juga mendapatkan arahan dari Cabang Dinas untuk membuat surat edaran yang berisi pernyataan dari orang tua siswa.
Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut sekolah setelah kejadian dugaan keracunan yang sebelumnya membuat puluhan siswa dan guru harus mendapatkan penanganan medis. (noe)
Editor : Ali Mustofa