Ini Kronologi Pelajar Kepruk Paman Pakai Helm Hingga Tewas, Diduga Dipicu Sengketa Warisan

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 13:14 WIB
IA BY ALI MAHMUDI
IA BY ALI MAHMUDI

 
REMBANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Rembang diwarnai tragedi berdarah, Senin (17/8/2026). Seorang pelajar berinisial AUMM (16) nekat menganiaya pamannya sendiri, Rohmat Supriyanto (49), hingga tewas menggunakan helm di pinggir jalan usai terlibat aksi saling kejar.

Pukul 06.30 WIB: Bermula dari Senggolan di Jalan Lingkar
Insiden bermula saat AUMM (16) berboncengan motor dengan seorang rekannya melintas di kawasan Jeruk, dekat Desa Waru. Pelajar SMA Negeri 3 Rembang tersebut sedang dalam perjalanan menuju sekolah untuk mengikuti upacara bendera 17 Agustus.

Di lokasi tersebut, sepeda motor yang dikendarai AUMM bersenggolan dengan motor korban, Rohmat Supriyanto (49), warga Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori. Usai insiden senggolan, pelaku memilih tancap gas melarikan diri ke arah barat.

Pukul 06.40 WIB: Kejar-kejaran dan Saling Hadang di Depan Hotel
Korban yang tak terima lantas mengejar kendaraan pelaku. Aksi kejar-kejaran berlanjut hingga ke Jalan Nusa Indah, Kelurahan Magersari, Kecamatan Rembang—tepat di depan Hotel Green Doors.

Di titik ini, kedua pihak saling cegat dan langsung menghentikan laju kendaraan masing-masing di pinggir jalan.
Pukul 06.46 WIB:

Dipukul Helm, Korban Ambruk Tak Sadarkan Diri Begitu turun dari motor, AUMM langsung melepas helm hitam merek Honda yang dikenakannya. Pelaku tanpa ragu melayangkan pukulan keras menggunakan helm tersebut tepat ke arah kepala korban hingga perkelahian tak terhindarkan.

Warga sekitar yang melihat kejadian berusaha melerai. Namun benturan keras membuat korban mendadak roboh dan tak sadarkan diri. Warga di TKP langsung mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke personel Polsek Rembang yang melintas di lokasi.

Kondisi Meninggal Saat Tiba di Rumah Sakit
Korban sempat dilarikan ke RSUD Dr. R. Soetrasno Rembang. Niat menyelamatkan nyawa korban pupus setelah tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia saat tiba di RS, dengan kondisi nadi tak teraba, akral dingin, dan pupil mata membesar maksimal.

Polisi Ungkap Motif: Berawal Dendam Sengketa Warisan

Kapolres Rembang AKBP M. Solikhin Fery melalui Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Alva Zakya Akbar membenarkan peristiwa tragis ini. Dari hasil pemeriksaan awal, terkuak bahwa insiden ini tidak sekadar perselisihan di jalan raya.

"Korban ini paman dari pelaku. Selain senggolan di jalan, ada indikasi persoalan internal terkait sengketa warisan keluarga yang ikut melatarbelakangi perkelahian ini," terang AKP Alva Zakya Akbar.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit Honda Beat, satu unit Honda Vario 150, serta satu helm hitam merek Honda.
Jenazah korban selanjutnya menjalani autopsi oleh tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah sebelum diserahkan ke keluarga. Mengingat pelaku masih di bawah umur, penanganan kasus dialihkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Rembang. (noe/ali)

 

Editor : Ali Mahmudi
paman vs keponakan di rembang paman tewas dipukul helm oleh keponakan tragedi 17 agustus di rembang ponakan hatam helm paman hingga tewas