Tragedi 17 Agustus: Senggolan Motor Saat Berangkat Upacara, Pelajar di Rembang Kepruk Paman Pakai Helm Hingga Tewas!

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 12:56 WIB

 

ISTIMEWA UNTUK RADAR KUDUS
TAK SELAMAT: Korban Rohmat Supriyanto tak bisa diselamatkan setelah terlibat duel dengan keponakannya.
ISTIMEWA UNTUK RADAR KUDUS
TAK SELAMAT: Korban Rohmat Supriyanto tak bisa diselamatkan setelah terlibat duel dengan keponakannya.

 

 

​REMBANG – Tragedi berdarah mewarnai peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Rembang, Senin (17/8). Berawal dari senggolan di jalan raya, duel sengit antara seorang pelajar berinisial AUMM (16) dan pria dewasa, Rohmat Supriyanto (49), berakhir maut. Korban tewas diduga usai dihantam helm di bagian kepala.

​Insiden tragis itu bermula sekitar pukul 06.46 WIB di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Magersari, Kecamatan Rembang—tepat di depan Hotel Green Doorz. Saat itu, pelaku AUMM sedang berboncengan motor menuju SMA Negeri 3 Rembang untuk mengikuti upacara kemerdekaan.

Di kawasan Jeruk, dekat Desa Waru, sepeda motor yang dikendarai pelaku sempat bersenggolan dengan motor korban. Usai kontak fisik di jalan tersebut, pelaku sempat berupaya kabur ke arah barat. Namun, kejar-kejaran tak terhindarkan hingga keduanya kembali bertemu di Kelurahan Magersari.


​Di lokasi kejadian, kedua pihak saling cegat dan turun dari kendaraan masing-masing. Tanpa basa-basi, pelaku mencopot helm hitam yang dikenakannya lalu melayangkan pukulan keras tepat ke arah kepala korban. Perkelahian fisik pun meletus.

​Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha melerai. Namun naas, korban yang merupakan warga Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori itu mendadak roboh dan tak sadarkan diri. 

Pelaku langsung diamankan warga di tempat dan diserahkan ke personel Polsek Rembang yang berada di sekitar lokasi.

​Korban sempat dilarikan ke RSUD Dr. R. Soetrasno Rembang. Niat menyelamatkan nyawa korban pupus setelah tim medis menyatakan korban tiba dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan nadi tak teraba, akral dingin, serta pupil mata membesar maksimal.

​Terkuak Motif: Paman dan Keponakan Dipicu Sengketa Warisan

​Kapolres Rembang AKBP M. Solikhin Fery melalui Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Alva Zakya Akbar membenarkan peristiwa fatal tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan fakta mengejutkan bahwa antara korban dan pelaku masih terikat hubungan keluarga dekat.

​"Korban ini merupakan paman dari pelaku. Jadi selain senggolan di jalan, ada indikasi persoalan internal terkait sengketa warisan keluarga yang ikut melatarbelakangi perkelahian ini," tegas AKP Alva Zakya Akbar, Senin (17/8).

​Sejumlah barang bukti telah disita penyidik, meliputi satu unit Honda Beat, satu unit Honda Vario 150, serta satu helm hitam merek Honda yang digunakan untuk menghantam korban.

​Jenazah Diautopsi, Pelaku Ditangani Unit PPA
​Untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah korban menjalani proses autopsi oleh tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah  sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

​Mengingat status AUMM yang masih di bawah umur, penanganan kasus pidana ini dialihkan secara khusus ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Rembang.
​"Penyelidikan mendalam masih terus berjalan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi di TKP. Kami pastikan kasus ini diusut tuntas sesuai prosedur hukum yang berlaku, dengan tetap mengedepankan hak-hak anak menghadapi hukum," pungkas Kasat Reskrim. (noe/ali)

Editor : Ali Mahmudi
duel paman dan ponakan di rembang paman tewas dihantam helm petaka di tanggal 17 agustus 2026 HUT ke 81 RI di Rembang polres rembang