Festival Mewarnai Rembang Diikuti 22 Ribu Anak, Bupati Rembang Harno Ingin Jadi Event Tahunan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:22 WIB
KOSTUM UNIK: Salah satu peserta Festival Mewarnai menyemarakkan Hari Jadi ke-285 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Balao Kartini kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
KOSTUM UNIK: Salah satu peserta Festival Mewarnai menyemarakkan Hari Jadi ke-285 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Balao Kartini kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menyatakan dukungannya agar Festival Mewarnai tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi agenda rutin setiap tahun. 

Bupati Rembang Harno menilai kegiatan tersebut memiliki manfaat positif bagi perkembangan anak usia dini, terutama dalam mengasah kreativitas, kemampuan motorik, serta keberanian untuk berkompetisi.

Festival Mewarnai tahun ini digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemkab Rembang berharap penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang dapat menjangkau lebih banyak anak sehingga kesempatan mengikuti kegiatan edukatif tersebut semakin merata.

Babak final Festival Mewarnai yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Rembang bersama Jawa Pos Radar Kudus berlangsung meriah di Gedung Balai Kartini Rembang.

Acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga siang hari dan diikuti 336 peserta dari jenjang PAUD se-Kabupaten Rembang.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Bupati Rembang Harno bersama Bunda PAUD Kabupaten Rembang Musringah Harno serta Wakil Bunda PAUD Kabupaten Rembang.

Sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga pendidikan turut hadir, di antaranya Plt Sekretaris Dindikpora Chrismastuti, Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi, General Manager Radar Kudus Zainal Abidin, Ketua Panitia sekaligus Manajer Iklan Ugik WP, serta Kepala Radar Kudus Biro Rembang Ali Mahmudi.

Hadir pula Bunda PAUD dari masing-masing kecamatan, pengawas TK, dan penilik Kelompok Bermain (KB) se-Kabupaten Rembang.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan berbagai penampilan tari yang menghibur para peserta dan pendamping.

Para peserta terlihat antusias menuangkan imajinasi mereka melalui warna pada lembar gambar yang telah disiapkan. Setiap anak diberi kesempatan untuk menunjukkan kreativitas dan gaya masing-masing dalam menyelesaikan karya.

Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang dan HUT ke-81 RI.

Menurutnya, jumlah peserta yang mengikuti tahapan awal sangat besar, mencapai sekitar 22 ribu anak se-Kabupaten Rembang.

Dari jumlah tersebut, peserta kemudian diseleksi hingga tersisa 336 anak yang berhak tampil pada babak final.

“Kami saring menjadi 336 peserta di final,” katanya.

Festival serupa juga dilaksanakan di sejumlah wilayah lain, termasuk Kabupaten Blora dengan sekitar 27 ribu peserta dan Kabupaten Jepara yang diikuti sekitar 20 ribu peserta.

Di Rembang, proses seleksi dilaksanakan melalui masing-masing satuan pendidikan dengan mempertimbangkan aspek lokasi.

Baehaqi menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada hasil akhir atau siapa yang menjadi juara.

Menurutnya, festival menjadi sarana bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman, menunjukkan keberanian, serta menyalurkan kreativitas sejak usia dini.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi perkembangan mereka pada masa mendatang.

“Anak-anak kami beri ruang menunjukkan se mangat. Jadi, kami diberi ruang. Dengan harapan, akan menjadi pengalaman ber harga pada masa depan. K a rena kreativitas sangat kita perlukan,” ujarnya.

Baehaqi juga berharap pelaksanaan Festival Mewarnai pada tahun berikutnya dapat dikemas semakin baik dan menjangkau lebih banyak peserta.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Rembang, Pemkab Rembang, Dindikpora, Bunda PAUD, Himpaudi, IGTKI, serta seluruh lembaga pendidikan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Sementara itu, Bupati Harno mengapresiasi sinergi antara Dindikpora Rembang dan Jawa Pos Radar Kudus dalam menghadirkan kegiatan yang dinilai edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak.

Harno berharap Festival Mewarnai dapat memberikan pengalaman berkesan bagi peserta sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antarsatuan pendidikan, guru, orang tua, dan berbagai pihak yang berkepentingan dalam dunia pendidikan.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun lingkungan pendidikan yang aman, menyenangkan, inklusif, dan mampu mendukung tumbuh kembang setiap anak secara optimal.

Menurutnya, anak-anak yang mendapatkan ruang untuk berkembang sejak dini merupakan bagian penting dari masa depan Kabupaten Rembang.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak, Festival Mewarnai diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan dalam rangka peringatan hari besar, tetapi berkembang sebagai ruang tahunan bagi anak-anak Rembang untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kepercayaan diri.

“Mari bersama-sama mencip takan lingkungan pendi dikan aman, me nyenangkan, inklusif, dan mam pu memberikan ruang tum buh yang optimal bagi se tiap anak. Anak-anak inilah yang kelak akan menja dikan Rembang semakin ma ju dan sejahtera,” katanya. (noe/ali)

Editor : Ali Mustofa
pemkab rembang Radar Kudus Festival Mewarnai Bupati Rembang Harno