REMBANG – Jagat maya kembali geger. Sebuah rekaman video amatir memperlihatkan aksi tawuran antarpelajar beredar liar di media sosial dan grup-grup WhatsApp. Aksi brutal itu terjadi di jalur pantura Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, kemarin siang.
Dalam video berdurasi 21 detik itu, tampak sebuah sepeda motor diseret paksa ke bahu jalan, persis di dekat sebuah warung dan pom bensin. Tak ada satu pun yang berani melerai. Gerombolan pelajar itu melampiaskan amarah, merusak kendaraan, lalu kabur begitu saja — sebagian sempat pamer aksi dengan menggeber-geber motor di tengah kericuhan. Sayup-sayup terdengar pula suara letusan dalam rekaman, meski hingga kini asalnya masih misteri.
Akibat aksi ini, jalur pantura di perbatasan Rembang-Lasem lumpuh oleh kemacetan panjang. Warga sekitar akhirnya turun tangan sendiri mengevakuasi motor yang ringsek.
"Piye leh-leh. Gusti-Gusti Allah. Yo-yo," teriak seorang perempuan yang merekam video, suaranya bergetar panik menyaksikan kekacauan di depan matanya.
Polisi Kebobolan Selisih Waktu, TKP Sudah Kosong
Kapolsek Rembang Kota AKP Al Sutikna membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus. Laporan masuk sekitar pukul 11.50, petugas piket pun langsung tancap gas ke lokasi.
"Setelah polisi sampai lokasi, ternyata aksi tawuran tersebut sudah bubar," kata Al Sutikna.
Petugas lantas menyisir kawasan sekitar. Di pintu masuk gapura wisata Karang Jahe Beach (KJB), puluhan pelajar berseragam SMK masih bergerombol, dengan sekitar 30 sepeda motor terparkir berjejer. Begitu melihat kedatangan anggota Polsek Rembang, mereka langsung kocar-kacir tunggang langgang ke arah timur.
Belakangan terkuak, tawuran ini pecah di dua titik sekaligus: satu di Punjulharjo, Kecamatan Rembang, tepat sebelum pom bensin; satu lagi di wilayah Lasem, meski titik persisnya masih didalami polisi.
Korban Luka, Pelaku Masih Misterius
Salah satu korban, Iqbal Budi, pelajar kelas XII asal Leren, Sluke, didampingi pihak sekolah melapor ke polisi sore harinya dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Sumber di Polsek Rembang menyebut korban merupakan siswa SMK Umar Fatah.
"Usai kejadian, salah satu korban kemarin sore didampingi pihak sekolah melaporkan kejadian tersebut. Sudah dibawa ke rumah sakit," terang Al Sutikna.
Sayangnya, identitas pelaku masih gelap. Korban mengaku tak mengenali satu pun penyerangnya — semua tertutup rapat: wajah dibalut penutup, pelat nomor kendaraan disumpal kardus.
"Pelaku semua menggunakan penutup wajah. Tidak menggunakan baju identitas sekolah," ungkapnya.
Polisi kini bergerak melacak jejak pelaku lewat pelat nomor kendaraan yang sempat terekam kamera warga. Dari insiden ini, tercatat kerusakan pada sepeda motor korban dan luka lecet di lutut kiri korban.
"Keterangan guru, ini hanya berawal dari ejek-ejekan lewat media sosial yang menjelekkan antarsekolah. Kita belum bisa memastikan apakah benar pelaku dari SMK Muhammadiyah atau sekolah mana, karena semua pelaku menutup identitas, wajah, dan pelat nomor kendaraannya," imbuhnya.
Dua Polsek Kompak Sisir Sampai Binangun
Terpisah, Kapolsek Lasem AKP MS Karim juga membenarkan pihaknya menerima laporan serupa. Salah satu sekolah yang terlibat berlokasi dekat Karang Jahe, di sisi barat. Polsek Rembang dan Lasem pun langsung berkoordinasi ketat.
Petugas menyisir jalan-jalan hingga wilayah Binangun, lengkap dengan penyekatan di sisi barat dan timur untuk mencegah bentrokan susulan. Namun begitu tiba di lokasi, massa sudah keburu bubar. Pengecekan di puskesmas dan rumah sakit setempat pun nihil — tidak ditemukan korban tambahan.
"Kejadian cukup cepat. Larinya ke arah Lasem. Kita antisipasi dan cek, anggota patroli ke sana sudah bubar duluan. Kita cek juga tidak ada di puskesmas, kita cek juga ke rumah sakit. Untuk pemicu pastinya belum teridentifikasi," pungkas Karim. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi