Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Universitas YPPI Rembang Perkuat Daya Saing UMKM Kopi Lelet Berbasis Budaya Lokal melalui Pelatihan Manajemen Usaha, Pembukuan, dan Digital Marketing

Ali Mustofa • Kamis, 16 Juli 2026 | 10:47 WIB
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas YPPI Rembang melaksanakan pelatihan bagi pelaku UMKM Kopi Lelet Rembang.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas YPPI Rembang melaksanakan pelatihan bagi pelaku UMKM Kopi Lelet Rembang.

REMBANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas YPPI Rembang melaksanakan pelatihan bagi pelaku UMKM Kopi Lelet Rembang pada Sabtu (11/7/2026) di Desa Kabongan Kidul, Kabupaten Rembang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dengan tema "Penguatan Daya Saing UMKM Kopi Lelet Rembang Berbasis Budaya Lokal melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Digitalisasi Pemasaran.

Ketua pelaksana, Nurma Gupita Dewi, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara profesional sehingga mampu meningkatkan daya saing produk kopi lelet sebagai salah satu warisan budaya khas Kabupaten Rembang.

"Kopi lelet bukan hanya produk minuman, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Rembang. Karena itu, penguatan usaha harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari manajemen usaha, pembukuan, hingga pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ujarnya.

Pelatihan pertama disampaikan oleh Hetty Muniroh, SE., M.Si. dengan materi Manajemen Usaha UMKM Kopi.

Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan usaha, pengelolaan operasional, pengendalian biaya, penentuan harga jual, hingga strategi pengembangan usaha agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Nurma Gupita Dewi, SE., M.Ak. memberikan pelatihan Pembukuan Sederhana.

Materi ini difokuskan pada kemampuan pelaku UMKM dalam mencatat transaksi harian, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, menghitung laba-rugi, serta menyusun laporan keuangan sederhana sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

Menurut Nurma, masih banyak pelaku UMKM yang menjalankan usaha tanpa pencatatan keuangan yang baik sehingga sulit mengetahui kondisi usaha secara riil.

Sementara itu, Adelia Ika Damayanti, SM., MM. menyampaikan materi mengenai Digital Marketing.

Peserta dikenalkan dengan strategi pemasaran melalui media sosial, pembuatan konten promosi yang menarik, pemanfaatan WhatsApp Business, Facebook, dan Instagram sebagai media promosi, serta pentingnya membangun identitas merek agar produk lebih dikenal masyarakat.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan praktik langsung.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi serta aktif menyampaikan berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam menjalankan usaha.

Program pengabdian ini merupakan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi UMKM Kopi Lelet Rembang, di antaranya belum adanya pembukuan usaha, terbatasnya kemampuan manajemen usaha, serta masih rendahnya pemanfaatan media digital untuk pemasaran produk.

Selain pelatihan, program juga akan dilanjutkan dengan pendampingan serta penerapan teknologi tepat guna guna meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk kopi lelet.

Melalui kegiatan ini, Universitas YPPI Rembang berharap UMKM Kopi Lelet semakin berkembang sebagai produk unggulan daerah yang memiliki daya saing tinggi, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, serta berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat berbasis kearifan lokal. (*)

Editor : Ali Mustofa
tim pengabdian masyarakat perencanaan usaha universitas yppi rembang pemasaran produk pelaku umkm