REMBANG – Kawasan Ekonomi Esensial (KEE) Pasarbanggi kembali unjuk gigi.
Kawasan mangrove ikonik ini masuk salah satu titik verifikasi tim penilaian konservasi alam nasional.
Rembang mewakili Jawa Tengah lewat kader konservasi Ahmad Rif’an.
“Intinya Rembang sebagai wakil Jawa Tengah mengusung Ahmad Rif’an untuk dicalonkan menjadi kader konservasi alam dalam kontestasi nasional,” kata Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Rembang, Taufik Darmawan.
Tim penilai gabungan KLHK, BKSDA, dan DLHK Provinsi Jawa Tengah diterima Kepala DLH Rembang Ika Himawan Afandi mewakili Bupati Rembang Harno.
Rombongan menyisir tiga spot verifikasi, mulai Sendang Kaputren di Desa Suntri, Bukit Gading, hingga Ngulahan, Sedan.
Titik pamungkas jatuh di KEE Pasarbanggi.
Taufik tak menampik derasnya sorotan medsos soal jembatan mangrove yang lapuk.
Namun ia menegaskan kondisi lapangan tak seburuk gambaran di media sosial.
“Pengembangan selama ini penetrasi dari berbagai pihak sudah banyak untuk penataan jembatan mangrove,” tegasnya.
Jembatan kayu yang dibangun sekitar 2014-2015 itu memang rawan lapuk akibat cuaca ekstrem.
Biaya perawatan pun sepenuhnya mengandalkan kesukarelaan pengunjung tanpa tarif resmi.
“Tidak ada tarif, sukarela sifatnya. Jadi lumayan berat bagi pengelola,” akunya.(noe/ali)
Editor : Ali Mustofa