Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Amankan Perahu, Nelayan Kragan Tewas Digulung Ombak

Ali Mahmudi • Minggu, 7 Juni 2026 | 18:45 WIB
WARGA UNTUK RADAR KUDUS

EVAKUASI: Sejumlah warga mengevakuasi korban tenggelam di pesisir Pantai Pandangan Kulon kemarin.
WARGA UNTUK RADAR KUDUS
EVAKUASI: Sejumlah warga mengevakuasi korban tenggelam di pesisir Pantai Pandangan Kulon kemarin.

 

 

REMBANG - Hantaman ombak tinggi musim timuran yang melanda pesisir Kabupaten Rembang memakan korban jiwa. Seorang nelayan asal Desa Pandangan Wetan, Kecamatan Kragan, bernama Sokirin (45) atau yang akrab disapa Mbah So, ditemukan meninggal dunia setelah terlempar dari perahunya dan tenggelam pada Sabtu (6/6).

 

Peristiwa tragis ini bermula sekira pukul 09.30 WIB. Korban bersama seorang rekannya berada di atas perahu sampan di Dermaga Pandangan Wetan. Setelah mesin perahu berhasil dihidupkan, Mbah So meminta rekannya tersebut untuk pulang dan tidak usah ikut menggeser perahu. Korban berniat memindahkan perahunya ke aliran sungai di sebelah barat SMAN 1 Kragan guna mengamankannya dari amukan ombak tinggi musim timuran.

 

Nahas, sekira pukul 10.00 WIB, gelombang tinggi menghantam perahu korban sebelum berhasil mencapai area berlindung di dalam sungai. Kades Pandangan Wetan, M. Salam, membeberkan kronologi di lokasi kejadian berdasarkan kesaksian warga sekitar.

 

 ”Selanjutnya pukul 10.00 WIB warga Desa Pandangan Kulon melihat ada Perahu Sampan dihantam ombak dan korban terlempar ke laut sebelum memasuki sungai. Kemudian melaporkan ke nelayan di dermaga bersama warga Desa Pandangan Kulon mendatangi perahu yang telah terdampar di Desa Pandangan Kulon dan telah dilakukan upaya pencarian namun korban belum ditemukan,” terang Salam kepada Jawa Pos Radar Kudus.

 

Mendapat laporan tersebut, Kepala Desa Pandangan Wetan bersama sejumlah warga bergegas menghubungi pihak berwenang guna mempercepat proses penyisiran di tengah kondisi ombak tinggi musim timuran yang masih berlangsung ekstrem.

 

 ”Selanjutnya Kepala Desa Pandangan Wetan dan beberapa orang melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Rembang, Sat Pol Air Rembang, dan Polsek Kragan. Sekira 06.30 WIB hari Minggu tanggal 7 Juni 2026 ditemukan di dekat pabrik sosis, dalam keadaan meninggal dunia,” imbuh Salam.

 

Jasad Mbah So ditemukan terdampar sekira 1 kilometer dari titik awal hilangnya korban, tepatnya di pinggir pantai dekat pabrik sosis, area Kepel, Desa Labuhan Kidul, Kecamatan Sluke.

 

Duka mendalam atas musibah ini juga dirasakan oleh warga desa tetangga. Kades Pandangan Kulon, Ahmad Muhtarom membenarkan bahwa warganya ikut menyaksikan detik-detik mencekam saat korban berusaha keras menyelamatkan kapalnya dari terjangan ombak tinggi musim timuran.

 

 ”Kemarin (Sabtu) juga ada warga Pandangan Wetan yang meninggal mau memindah kapal, kena ombak, hilang baru hari Minggu pagi ketemu,” kata Muhtarom kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin (7/6).

 

Setelah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dibantu masyarakat pesisir, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka. Proses pemakaman Mbah So dilaksanakan pada hari Minggu (7/6) di pemakaman desa setempat, diiringi oleh keluarga serta rekan-rekan sesama nelayan yang melepas kepergian almarhum. (noe/ali)

Editor : Ali Mahmudi
#nelayan padangan kulon tewas digulung ombak #upp rembang #kecelakaan laut #polsek kragan #Rembang hari ini