REMBANG – Warga Desa Lodan Wetan, Kecamatan Sarang, dikejutkan penemuan dramatis, Kamis (28/5/2026). Seekor sapi peliharaan yang dilaporkan hilang sejak tengah malam ternyata ditemukan terjebak hidup-hidup di dasar sumur tua sedalam 12 meter tersembunyi di balik rimbunnya semak-semak.
Sapi jenis babon milik Suhadi, warga RT 03 RW 02, itu lenyap tanpa jejak pada Rabu (27/5/2026) malam. Pemilik bersama warga langsung menggelar pencarian massal menyisir setiap sudut desa hingga dini hari. Namun hasilnya nihil. Suhadi hanya bisa pasrah menunggu kabar.
Kabar itu akhirnya datang — meski bukan kabar yang melegakan sepenuhnya. Sekitar pukul 13.00 WIB keesokan harinya, warga dikejutkan oleh penemuan mencengangkan: sang sapi ternyata terperosok ke dalam sumur tua yang selama ini terlupakan, tersembunyi di balik lebatnya semak. Sumur itu bukan sembarang sumur, kedalamannya mencapai 12 meter dengan lebar hanya 2 meter. Mustahil dievakuasi dengan tangan kosong.
Lutfi, warga setempat yang pertama kali melapor, segera menghubungi pihak terkait pukul 13.20 WIB. Tak lama berselang, mesin darurat pun bergerak.
Tim BPBD Kabupaten Rembang meluncur dari posko pukul 14.18 WIB dan tiba di lokasi pukul 15.10 WIB. Menghadapi medan yang tak biasa, operasi ini bukan pekerjaan satu pihak.
Tim gabungan dari berbagai unsur turun bersama: BPBD Bidang Damkar, BPBD Bidang Kedaruratan dan Logistik, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), Ubaloka, Banser, Vertical Rescue Indonesia, hingga warga sekitar yang bahu-membahu di lokasi.
Tiga armada dikerahkan: satu unit mobil pemadam, satu unit tangki air, dan satu unit double cabin BPBD.
Lalu dimulailah misi yang tak lazim. Tim memompa air dari sungai terdekat, mengalirkannya lewat selang panjang langsung ke dalam perut sumur. Perlahan, permukaan air naik, dan tubuh sapi yang kelelahan pun ikut terangkat.
Di saat bersamaan, seorang petugas rescue dengan perlengkapan lengkap nekat turun ke dalam sumur, memasang tali webbing oranye ke tubuh sapi di tengah ruang sempit dan gelap di kedalaman belasan meter.
"Karena kedalamannya sampai 12 meter, kami tidak bisa langsung mengangkat. Kami pompa air dari sungai masuk ke sumur supaya sapi bisa terangkat perlahan. Sambil itu, petugas turun pasang tali webbing dulu baru kami tarik bersama-sama," ujar petugas Damkar Rembang, Halim.
Detik-detik menegangkan itu berlangsung lebih dari dua jam. Warga yang berkerumun di bibir sumur menahan napas, menunggu.
Pukul 17.17 WIB — sorak sorai pecah. Sapi itu muncul ke permukaan, diangkat oleh tangan-tangan yang tak kenal menyerah. Begitu menyentuh tanah, hewan itu langsung berdiri. Selamat.
"Alhamdulillah sapinya selamat. Ini bukan sapi kurban, tapi tetap kami tangani serius karena ini menyangkut hak milik warga. Kami senang bisa membantu," kata Halim.
Petugas Damkar itu menambahkan, sapi tersebut memang sapi rumatan biasa, bukan sapi kurban yang tengah banyak dicari menjelang Idul Adha. Namun nilainya bagi pemilik jelas tidak kecil, terlebih di musim seperti ini. Seusai evakuasi, sapi langsung digiring warga menuju kawasan Polang untuk diserahkan kepada blante atau makelar hewan ternak.
Sebelum beranjak, tim gabungan menyempatkan diri memberikan edukasi kepada warga soal penanganan darurat dan bahaya sumur tua yang terbengkalai di lingkungan permukiman. Seluruh tim beserta armada kembali ke posko dengan selamat pukul 18.40 WIB.
Sebuah misi sederhana menyelamatkan seekor sapi. Tapi di baliknya, ada kerja keras, keberanian, dan gotong royong yang tak kalah heroik. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi