REMBANG - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang menemukan sejumlah hewan kurban yang mengalami gangguan kesehatan saat pemeriksaan pascapenyembelihan atau postmortem pada Hari Raya Iduladha, Rabu (27/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas mendapati satu ekor sapi mengalami radang paru-paru dan lima ekor lainnya terindikasi cacing hati.
Temuan tersebut diperoleh tim kesehatan hewan (Keswan) saat melakukan pemantauan di sejumlah lokasi penyembelihan hewan kurban di wilayah Kabupaten Rembang.
Di Tempat Pemotongan Hewan (TPH) Sumbermukti, Kecamatan Rembang, petugas bernama Hervina Dwi P menemukan satu sapi dengan kondisi paru-paru bercak atau radang paru di Dukuh Tawangsari, Kelurahan Leteh.
Selain itu, ditemukan pula satu kasus cacing hati pada sapi di Desa Sumberjo.
Sementara di Kecamatan Sale, petugas Cahyo Utomo mendapati satu ekor sapi positif cacing hati di musala Desa Pakis. Tiga kasus lainnya ditemukan petugas Kamzan di Mushola Lor, Desa Joho.
Dokter hewan Dinas Pertanian dan Pangan Rembang, Erdyanti Permatasari, mengatakan bagian organ yang ditemukan bermasalah langsung diafkir di lokasi agar tidak dikonsumsi masyarakat.
“Kalau ditemukan cacing pada hati, maka bagian hati yang terinfeksi langsung dipisahkan dan dibuang,” jelasnya.
Secara keseluruhan, jumlah hewan kurban yang disembelih di Kabupaten Rembang pada hari pertama Iduladha mencapai 3.264 ekor.
Jumlah tersebut terdiri atas 431 sapi jantan, 2.382 kambing jantan, lima kambing betina, serta 407 domba jantan.
Proses pemantauan dilakukan oleh 68 petugas gabungan yang terdiri dari tujuh dokter hewan, tenaga paramedis lapangan, serta tim teknis Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Mereka bertugas mengawasi proses penyembelihan sesuai prinsip kesejahteraan hewan sekaligus melakukan pemeriksaan postmortem terhadap organ dalam hewan kurban.
Erdyanti menjelaskan, pemeriksaan difokuskan pada organ-organ vital.
Seperti hati, jantung, paru-paru, limpa, dan ginjal guna memastikan tidak ada kelainan yang membahayakan kesehatan masyarakat.
“Kami memeriksa jeroan merah, termasuk organ yang dicurigai mengalami kelainan atau kondisi abnormal,” ujarnya.
Kepala Bidang Peternakan Dintanpan Rembang, Lulu’ Rofiana, menambahkan bahwa penggunaan pembungkus daging kurban di masyarakat kini mayoritas sudah menggunakan plastik bening sesuai anjuran pemerintah.
Ia juga menyoroti pentingnya pemisahan antara daging dan jeroan selama proses distribusi agar tidak terjadi kontaminasi bakteri.
Meski demikian, penggunaan daun jati sebagai pembungkus masih ditemukan di beberapa lokasi dan dinilai tidak menjadi persoalan selama pemisahan tetap dilakukan dengan benar.
“Di wilayah Waru dan Rembang masih ada yang menggunakan daun jati. Itu tidak masalah selama daging dan jeroan tetap dipisahkan,” katanya.
Selain melakukan pengawasan rutin, Bidang Peternakan Dintanpan Rembang juga mempersiapkan proses penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden RI.
Seekor sapi jenis Limousin bernama Apanza asal Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori.
Dijadwalkan disembelih di Masjid Al-Hidayah, Dukuh Balong Kulon, Desa Kumendung, Kecamatan Rembang, Kamis (28/5/2026). (noe)
Editor : Ali Mustofa