GOTONG ROYONG: Warga Dukuh Sangkrah, Desa Logede, Kecamatan Sumber, gotong royong memperbaiki rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang, Selasa pagi (26/5/2026).
REMBANG- Suasana mencekam melanda wilayah Dukuh Sangkrah, Desa Logede, Kecamatan Sumber, Rembang, pada Senin (25/5/2026) malam. Hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama hampir 1,5 jam—mulai pukul 20.30 hingga 22.00 WIB—berubah menjadi petaka ketika disertai angin kencang yang mengamuk hebat.
Kombinasi cuaca ekstrem ini memicu kepanikan warga. Terjangan angin yang kuat merusak atap-atap rumah, menumbangkan pepohonan, bahkan merobohkan bangunan semi-permanen di pemukiman warga.
Berdasarkan data lapangan, tercatat sebanyak 13 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Selain rumah tinggal, fasilitas penunjang lain seperti satu unit kandang ternak roboh total dan satu bangunan dapur warga nyaris ambruk. Total estimasi kerugian material akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp 66 juta.
Kerugian terbesar diantaranya dialami Mulyadi kondisi rumah yang miring (ndoyong), kerusakan genteng, serta kandang ternak yang roboh total.
Kemudian Nuriman, kerusakan pada bagian atap serta bangunan dapur yang nyaris roboh. Beruntung tak sampai ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.
Sesaat setelah badai menerjang, situasi lapangan sempat terisolasi akibat padamnya aliran listrik dan tertutupnya akses transportasi. Sebuah pohon jati berukuran besar tumbang melintang di tengah jalan desa, sementara satu pohon nangka roboh tepat di depan rumah warga.
Padamnya jaringan listrik berlangsung selama kurang lebih tiga jam, membuat proses evakuasi awal di tengah malam harus dilakukan oleh warga dan petugas dalam kondisi gelap gulita.
Merespons bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian. Plt. Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Ahmad Lutfi Hakim menyatakan bahwa langkah-langkah darurat telah diambil secara cepat dan terintegrasi.
“Kami langsung melakukan asesmen dan pendataan di lokasi bersama Pemerintah Desa Logede, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak Kecamatan. Pohon tumbang sudah kami evakuasi sehingga akses jalan kembali normal. Listrik juga sudah menyala kembali,” jelasnya.
Saat ini, fokus penanganan di lapangan diarahkan pada pembersihan puing-puing bangunan dan perbaikan rumah secara swadaya oleh masyarakat setempat.
“Warga saat ini sedang membersihkan lingkungan dan melakukan perbaikan darurat. Kami akan terus mendampingi dan melakukan asesmen lanjutan untuk menentukan bantuan yang dibutuhkan masyarakat terdampak,” pungkasnya.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, BPBD Rembang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai dan mulai memeriksa kembali kekuatan struktur bangunan rumah masing-masing. (ali)
Editor : Ali Mahmudi