DIKEBUT: Proyek pembangunan konstruksi gedung SR di Desa Kaliombo Sulang. Proyek Rp 200 miliar ini ditargetkan rampung pada tahun ajaran baru 2026 ini.
REMBANG – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsosppkb) Kabupaten Rembang resmi membuka penjaringan siswa Sekolah Rakyat (SR) di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang. Kuota siswa baru dinaikkan drastis menjadi 270 orang untuk jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahun ajaran baru mendatang.
Plt Kepala Dinsosppkb Kabupaten Rembang, Nurdin Fahrudi menyatakan pendaftaran sudah dibuka dan akan ditutup pada 30 Mei 2026. Pendaftaran dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Dinsosppkb setempat.
Kuota SR Rembang mengalami peningkatan signifikan. Awalnya hanya mendapat 3 rombel, kini bertambah menjadi 9 rombel berdasarkan surat keputusan Kemensos awal Mei 2026. Ditambah lagi 1 rombel limpahan dari Kabupaten Blora untuk jenjang SMA, sehingga total menjadi 10 rombel atau 270 siswa.
“Waktunya tetap, verifikasi ke Kemensos tanggal 30 Mei. Karena rombelnya naik dari 3 menjadi 9, penjaringan harus dimasifkan segera,” tegas Nurdin.
Penjaringan siswa SR menerapkan kriteria yang sangat ketat. Calon siswa harus berasal dari keluarga desil 1 dan 2 sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), benar-benar putus sekolah (tidak sedang bersekolah di sekolah reguler), serta bersedia diasramakan dengan menandatangani surat kesediaan.
Nurdin menegaskan bahwa anak yang masih bersekolah tidak boleh direkrut meskipun berasal dari desil 1-2. “Jangan diotak-atik, baik ditawari maupun diminta,” katanya.
Di Kabupaten Rembang tercatat sekitar 51.242 anak usia sekolah dari keluarga desil 1-2, namun hanya yang memenuhi ketiga kriteria tersebut yang akan dipilih.
Pembangunan fisik gedung dan asrama SR di lahan seluas 5,3 hektare di Kaliombo terus dikebut. Proyek yang dibiayai APBN senilai sekitar Rp200 miliar ini mencakup gedung kelas, asrama, dapur, sport centre, serta fasilitas pendukung lainnya. Target penyelesaian adalah 20 Juni 2026.
SR Kabupaten Rembang mendapat status permanen dari Kemensos, berbeda dengan SR di Pati dan Blora yang masih bersifat rintisan. Pemkab Rembang kini gencar melakukan sosialisasi aktif ke masyarakat agar target 270 siswa dapat tercapai tepat waktu. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi