SEMARAK: Penampilan karawitan dan tarian menyemarakan HUT ke-186 Klenteng Tjoe Hwie Kiong Rembang.
REMBANG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-186 Klenteng Tjoe Hwie Kiong di Jalan Pelabuhan Nomor 1 Rembang berlangsung semarak selama dua hari, Jumat-Sabtu (8-9/5).
Hari pertama, Jumat (8/5), acara dibuka dengan pertunjukan barongsai dan sembahyang bersama. Hadir dalam perayaan itu Dandim 0720/Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng dan Kapolres Rembang AKBP Mohammad Faizal Pratama.
Pada hari kedua, Sabtu (9/5), rangkaian acara dimulai pukul 09.00 dengan sembahyang puncak peringatan She Jit Makco Thian Siang Sing Boo. Malam harinya, pukul 19.30, dilanjutkan dengan pemilihan Cia Locu dan Hu Locu periode 2026-2027. Locu merupakan pemimpin sembahyang. Posisi itu saat ini dipegang Budi Utomo.
Yang menjadi daya tarik pada hari kedua adalah penampilan kesenian tradisional dari siswa sekolah dasar dan menengah pertama. Wakil Ketua Pengurus Yayasan Dwi Kumala Rembang, Ferry Yuniarto Cahyono, menyebut penampilan tersebut cukup memukau.
"Ada karawitan anak SDK Santa Maria Rembang dan tari dari SMP K OV Slamet Riyadi Rembang," kata Ferry kepada Jawa Pos Radar Kudus, Sabtu (10/5).
Ferry menjelaskan, penampilan itu merupakan bagian dari akulturasi budaya sekaligus upaya mengenalkan klenteng khususnya klenteng tertua di kawasan pesisir Desa Tasikagung, Rembang kepada generasi muda. "Momen ini sekaligus untuk mempererat persaudaraan antaretnis Tionghoa di Kabupaten Rembang," terangnya.
Keberhasilan rangkaian HUT klenteng tertua di Rembang tersebut, menurut Ferry, tak lepas dari dukungan sejumlah pihak, diantaranya PT Sari Buana Hasil Bumi, Djarum Foundation, Garuda Food, Le Mineralle, Kacang Cap Jambu, PT Kejar Usaha Induk, dan KSH.
"Harapannya, lewat serangkaian acara ini kita bisa terus menjaga nilai tradisi yang ditinggalkan anak peranakan Cina di Kabupaten Rembang," pungkasnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi