REMBANG - Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga Dafa Maulana Firmansyah di Kragan, Kabupaten Rembang.
Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah pemuda tersebut tiba di rumah duka pada Kamis (30/4) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Setelah menjalani autopsi oleh tim forensik Polda Jateng di RSUD Rembang, jenazah langsung dimakamkan oleh pihak keluarga pada pukul 03.00 WIB pagi.
Korban yang Bulan Desember mendatang berumur 17 tahun.
Sehari-hari hidup bersama ibu, adik dan ayah sambungnya terbilang sosok yang tidak neko-neko.
Ia juga cukup dekat dengan ayah kandungnya yang kebetulan rumahnya saling berdekatan di RT 5/ RW1 Desa Tegalmulyo, Kragan.
Saat ditemui di kediamannya kedua ayahnya juga tampak cukup syok.
Ayah kandung korban, Karbini atau yang akrab disapa Satta, menceritakan bahwa putranya terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Sabtu siang sekitar pukul 11.00 WIB.
Dafa saat itu berniat membantu temannya untuk mengantarkan seseorang menuju Desa Gandri.
Keluarga mulai merasa cemas karena hingga malam hari korban tidak kunjung pulang, sementara komunikasi terputus lantaran korban tidak membawa telepon genggam.
Keluarga menegaskan bahwa Dafa tidak memiliki kaitan atau masalah apa pun dengan pelaku. Karbini menjelaskan bahwa anaknya adalah sosok yang penurut dan hanya berniat menolong.
"Anak saya itu orang baik, tidak pernah macam-macam. Dia hanya diminta tolong temannya untuk mengantar pelaku itu, padahal dia sendiri tidak kenal," ujar Karbini didampingi ayah sambungnya Arif dengan nada penuh kesedihan.
Pencarian mandiri yang dilakukan keluarga berakhir tragis saat Karbini menemukan sendiri jenazah putranya.
Atas kekejaman tersebut, pihak keluarga menuntut keadilan tertinggi dari aparat penegak hukum.
"Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya, kalau bisa hukuman mati. Nyawa harus dibayar nyawa karena anak saya tidak salah apa-apa," tegasnya.
Selain menuntut hukuman maksimal bagi pelaku, keluarga juga berharap adanya tanggung jawab moral dari pihak keluarga pelaku.
Kini, kasus pembunuhan tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut, sementara keluarga korban masih berupaya tegar menghadapi kehilangan putra tercinta mereka yang dikenal santun tersebut. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi