Dua Ruas Jalan di Rembang Dipacu Selesai Sebelum Mei 2026, 11 Ruas Lain Ikut Digenjot

Redaksi Radar Kudus • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 21:16 WIB
TINGKATKAN KUALITAS: Sejumlah pekerja melakukan pengecoran di Jalan Clangapan-Jape kemarin.(WISNU AJI/RADAR KUDUS)TINGKATKAN KUALITAS: Sejumlah pekerja melakukan pengecoran di Jalan Clangapan-Jape kemarin.(WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Dua proyek peningkatan jalan di Kabupaten Rembang yang dibiayai melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) terus dikebut pengerjaannya.

Ruas Clangapan–Jape dan Landoh–Seren sama-sama berpacu mengejar target penyelesaian.

Bersamaan dengan itu, DPUPR juga tengah menggenjot perbaikan 11 ruas jalan lain melalui anggaran pemeliharaan rutin.

Kepala DPUPR Kabupaten Rembang, Maryosa, menyebut kedua proyek IJD berjalan beriringan di Kecamatan Rembang dan Kecamatan Sulang.

"Clangapan–Jape arah Pamotan dan Landoh–Seren arah Kecamatan Sumber sama-sama berjalan," kata Maryosa kepada Jawa Pos Radar Kudus, Kamis (16/4).

Proyek rekonstruksi ruas Clangapan–Jape sepanjang 6,71 kilometer ditargetkan serah terima sementara pada 20 Mei 2026. Kontrak dimulai 22 Desember 2025 dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender.

Di lapangan, pengecoran masih berlangsung. Sisi utara mulai dari timur Jembatan Padaran hingga Tireman sudah dicor sepanjang sekitar dua kilometer. 

Baca Juga: Proyek Hibah Pembangunan Gedung PGRI dan Kejari Rembang Dilelang Ulang

Di wilayah Jape bagian timur, sistem buka tutup jalan diberlakukan untuk mengatur lalu lintas roda dua maupun roda empat. Arus kendaraan terpantau ramai lancar, kemacetan hanya terjadi saat jam masuk pabrik dan kantor.

"Penanganan menyeluruh dari pertigaan Tireman hingga Jape. Untuk pertigaan sendiri saat ini sedang dikeruk menggunakan alat berat," jelas Maryosa.

Salah satu pekerjaan penting di ruas ini adalah perluasan persimpangan. Kendaraan yang hendak belok kiri ke arah Surabaya–Semarang kerap kesulitan karena sempitnya persimpangan. Pelebaran dilakukan demi meningkatkan keselamatan lalu lintas.

Bupati Rembang Harno sebelumnya telah turun langsung meninjau lokasi, didampingi Dinas Perhubungan, DPUPR, dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Harno berdiskusi dengan dinas teknis sekaligus berbincang dengan para tukang ojek setempat mengenai penataan kawasan industri ke depan.

"Pangkalan ojek sudah dipindahkan. Dibuat putaran, bangunan dibongkar disesuaikan kapasitas jalan, dan drainase ikut diperbaiki," imbuhnya.

Kawasan ini memang didominasi lalu lintas kendaraan berat. Dengan perbaikan jalan ini, distribusi logistik, barang, dan jasa diharapkan semakin lancar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sekitar kawasan industri.

Proyek di ruas Landoh–Seren sepanjang sekitar 4,5 kilometer juga tak kalah progresif. Jalan dilebarkan dari 4 meter menjadi 5,5 meter guna meningkatkan kapasitas dan kenyamanan pengendara. Sama seperti Clangapan–Jape, proyek ini dimulai pada 22 Desember 2025 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender.

Maryosa memastikan perkembangan kedua proyek terus dipantau secara langsung. "Saya tahu persis perkembangan berapa persen progresnya di lapangan," tegasnya.

11 Ruas Jalan Turut Digenjot

Tak hanya proyek IJD, DPUPR juga secara paralel menangani 11 ruas jalan melalui anggaran pemeliharaan rutin sejak Januari 2026. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Rembang, Nugroho.

"Sejak Januari kami sudah menangani 11 ruas jalan melalui anggaran pemeliharaan rutin," ujarnya, Selasa (15/4).

Ruas-ruas yang sedang dalam proses pengerjaan meliputi Wonokerto–Merayun, Sridadi–Padaran, Ngotet–Kabongan Kidul, Gedangan–Kumendung, Mondoteko–Seren, Sridadi–Jambangan, Pantura Pasar Banggi, Kragan–Sedan, Japerejo–Pamotan, dan Sidorejo–Sedan. Satu ruas yang sudah rampung adalah Tawangsari–Sidowayah, sementara ruas Sendangasri dijadwalkan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.

Beberapa ruas ditangani dengan lapisan berlapis — mulai LPA, lapen, hingga hotmix — disesuaikan dengan volume lalu lintas. Ruas Japerejo–Pamotan menjadi perhatian khusus karena kerap dilalui kendaraan berat.

Selain pemeliharaan rutin, DPUPR juga menyiapkan penanganan di wilayah timur dan barat, termasuk jalan menuju Karas, Gandri–Kumbo, serta perbaikan jembatan di Nganguk yang berkali-kali ambles.

"Saat ini sedang dikerjakan ruas Tireman–Japerejo dan Landoh–Seren. Sementara dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 senilai sekitar Rp15 miliar, dua proyek jalan akan dimulai Mei mendatang, yaitu Banyuurip–Pamotan hingga Gunem, dan Kepohagung menuju Kerep," tambah Nugroho. (noe/ali)

Editor : Admin
proyek IJD rembang DPUPR infrastruktur perbaikan jalan