REMBANG – Momentum libur Syawalan dimanfaatkan Bupati Rembang, Harno, untuk turun langsung ke lapangan memastikan kesiapan destinasi wisata unggulan. Ia melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik yang dipadati pengunjung, sekaligus menyerap keluhan dan dinamika yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Pantai menjadi fokus utama kunjungan. Dua lokasi yang disasar yakni Karang Jahe Beach di Desa Punjulharjo serta Taman Rekreasi Pantai Kartini yang dikenal sebagai destinasi legendaris di wilayah tersebut. Kedua tempat ini memang menjadi magnet wisatawan selama libur panjang.
Dengan tampilan santai mengenakan kaos berkerah dan topi biru, Harno menyusuri area wisata sambil mengamati langsung kondisi lapangan. Ia tak hanya melihat fasilitas, tetapi juga aktif berdialog dengan pengunjung, pedagang, hingga pengelola destinasi.
Dari hasil peninjauan awal, kondisi umum dinilai relatif kondusif. Namun, menurutnya masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi agar pengalaman wisata semakin optimal. “Secara umum sudah baik, tinggal perbaikan di beberapa bagian,” ujarnya.
Salah satu perhatian utama adalah soal kenyamanan pengunjung. Harno menekankan pentingnya menjaga kebersihan, terutama di fasilitas vital seperti tempat ibadah dan toilet. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi harga di area kuliner.
Di kawasan Karang Jahe Beach, Harno secara khusus berdialog dengan pedagang terkait harga makanan dan minuman. Ia meminta agar harga antarwarung diseragamkan guna menghindari kebingungan wisatawan. Transparansi dianggap penting untuk menjaga kepercayaan pengunjung.
Menurutnya, ketidaksesuaian harga kerap memicu persepsi negatif yang bisa berdampak pada citra destinasi. Karena itu, ia mendorong setiap pedagang memasang daftar menu lengkap dengan harga yang jelas dan seragam.
Tak berhenti di situ, Harno juga melakukan pengecekan langsung terhadap daftar harga yang terpasang di lapak-lapak pedagang. Ia memastikan harga yang tertera sesuai dengan yang diberlakukan di lapangan, termasuk yang tercantum pada banner resmi.
Selain harga makanan, perhatian juga diarahkan pada tiket masuk. Ia meminta pengelola destinasi untuk melakukan evaluasi terhadap tarif, agar tetap kompetitif dan tidak menimbulkan kesenjangan dengan destinasi lain di sekitarnya.
Instruksi yang disampaikan cukup tegas: pengelola diminta menjaga keseimbangan antara harga tiket, harga makanan, serta kebersihan lingkungan. Tiga aspek ini dinilai menjadi kunci utama kepuasan wisatawan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang, Isti Choma Wati, membenarkan bahwa kunjungan tersebut merupakan inisiatif langsung bupati. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran riil di lapangan, bukan sekadar laporan administratif.
Ia menyebut, interaksi langsung antara bupati dengan pengunjung dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam evaluasi. Terutama di Karang Jahe Beach yang sempat menjadi sorotan publik di media sosial.
Lebih lanjut, pengelola juga diingatkan untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah. Lonjakan pengunjung harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas kebersihan agar lingkungan tetap terjaga.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Taman Kartini, yang hingga kini masih menjadi ikon wisata Rembang. Pemerintah daerah berharap pengelolaan destinasi ini dapat terus ditingkatkan, termasuk jika melibatkan pihak ketiga di masa mendatang.
Aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian. Pedagang diimbau memastikan makanan yang dijual layak konsumsi dan higienis, sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman.
Lonjakan pengunjung memang terlihat signifikan di kedua lokasi tersebut. Di Taman Kartini, wisatawan didominasi dari luar daerah seperti Blora dan Bojonegoro. Sementara Karang Jahe Beach banyak dikunjungi wisatawan dari Pati dan Kudus.
Situasi ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Rembang. Namun di sisi lain, juga menjadi ujian bagi pengelolaan destinasi agar mampu menjaga kualitas layanan di tengah membludaknya pengunjung.
Editor : Mahendra Aditya