Progres 80 Persen, Jalur Baru Menuju Desa Wisata Tempur Segera Tuntas

JEPARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus mempercepat pembukaan jalur alternatif menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, menyusul masih berulangnya bencana longsor di kawasan tersebut.
Langkah percepatan dilakukan melalui proses land clearing sekaligus pembersihan material longsoran yang menutup badan jalan utama.
Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran meninjau langsung lokasi terdampak pada Sabtu (28/3) sore.
Selain fokus membersihkan material longsor, Pemkab kini memprioritaskan penyelesaian jalur baru dari arah Sumanding menuju Tempur sebagai akses penghubung menuju desa wisata di lereng Pegunungan Muria itu.
Pembukaan jalur alternatif dinilai mendesak untuk memastikan mobilitas warga tetap terjaga di tengah cuaca yang masih berpotensi memicu longsor susulan.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Jepara, sejak awal hingga akhir Maret 2026 sudah terjadi lima kali longsor di Desa Tempur.
Bahkan, dua kejadian terjadi secara beruntun pada Jumat dan Jumat-Sabtu (27–28/3), tepat di titik yang sama.
Akibatnya, material kembali menimbun badan jalan yang sebelumnya sempat dibersihkan, sehingga akses menuju Desa Tempur maupun wilayah di bawahnya kembali terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan.



