Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jejak Kebaikan Mendiang Bos Djarum Michael Bambang Hartono di Rembang, Hibah Tanah Kini Jadi Gedung Haji dan Kampus

Ali Mustofa • Jumat, 27 Maret 2026 | 10:10 WIB
TINGGALKAN JEJAK POSITIF: Keberadaan gedung haji hingga gedung NU Rembang yang dulunya merupakan tanah milik PT Djarum, kemarin (26/3). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
TINGGALKAN JEJAK POSITIF: Keberadaan gedung haji hingga gedung NU Rembang yang dulunya merupakan tanah milik PT Djarum, kemarin (26/3). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Nilai toleransi antarumat beragama yang diwariskan mendiang Chairman PT Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggalkan jejak nyata di Kabupaten Rembang.

Salah satu kontribusinya adalah hibah lahan yang kini dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas keagamaan, pendidikan, hingga perkantoran.

Lahan tersebut berada di Jalan Pemuda KM 3, jalur nasional Rembang–Blora, tepatnya di Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang.

Di lokasi itu kini telah berdiri Gedung Haji yang megah dan menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat.

Keberadaan gedung tersebut cukup strategis.

Selain dipakai untuk aktivitas keagamaan, bangunan ini juga sering disewakan untuk berbagai acara, mulai dari resepsi pernikahan hingga kegiatan anak muda seperti kontes, pertunjukan musik, dan acara fesyen.

Masih berada dalam satu kawasan, terdapat pula gedung Nahdlatul Ulama (NU) yang direncanakan menjadi kampus perguruan tinggi NU.

Rencana pembangunan gedung rektorat setinggi lima lantai sempat berjalan, namun hingga kini prosesnya masih terhenti.

Sekretaris Daerah Rembang, Fahrudin, mengakui kontribusi besar yang diberikan oleh pimpinan Grup Djarum tersebut bagi daerahnya.

Ia menyebutkan bahwa hibah lahan yang diberikan mencapai beberapa hektare dan kini dimanfaatkan untuk pembangunan Gedung Haji, gedung NU, lembaga pendidikan, hingga kantor Kejaksaan Negeri.

“Kontribusinya cukup besar bagi daerah. Tanah yang dihibahkan kini digunakan untuk perkantoran, lembaga pendidikan, dan fasilitas keagamaan,” ujarnya saat ditemui usai pemakaman beberapa waktu lalu.

Tak hanya di sektor pembangunan fisik, peran perusahaan juga terlihat dalam program penghijauan.

Deretan pohon trembesi di jalur pantura dari Kudus hingga Jawa Timur disebut sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan yang dikelola Djarum.

Selain itu, kehadiran industri rokok di Kabupaten Rembang turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Setidaknya terdapat tiga perusahaan yang berdiri dan beroperasi di wilayah tersebut.

Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dirasakan warga sekitar.

Salah satunya pembangunan gapura besar di desa dekat kompleks pemakaman keluarga yang didanai melalui Djarum Foundation.

Sementara itu, Abdulah Hamid, pegawai Baznas Rembang, menyampaikan bahwa sebagian lahan di kawasan tersebut awalnya milik PT Djarum sebelum kemudian ditukar guling dengan pemerintah daerah.

Hingga kini, kantor Baznas Rembang masih menempati gedung bersama dengan MUI setempat.

Ia menambahkan, lahan di sisi selatan Masjid Mashlatul Ummah sempat direncanakan untuk pembangunan kantor Baznas.

Namun rencana tersebut berubah dan kini dialokasikan untuk perkantoran lintas sektor.

Kontribusi yang tersebar di berbagai bidang itu menjadi bukti bahwa jejak kebaikan dan toleransi yang ditinggalkan terus memberi manfaat bagi masyarakat Rembang hingga saat ini. (noe)

Editor : Ali Mustofa
#Michael Bambang Hartono #gedung haji #djarum #masyarakat #rembang #pembangunan