REMBANG – Prosesi pemakaman Chairman Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, berlangsung pada Rabu (25/3) di kompleks pemakaman keluarga.
Lokasinya berada di Dukuh Godo, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang.
Almarhum dimakamkan di posisi tertinggi, berdekatan dengan makam kedua orang tuanya.
Sejak pagi, ribuan pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, kerabat, karyawan, hingga pejabat publik yang ingin melepas kepergian salah satu tokoh besar di dunia usaha Indonesia tersebut.
Sepanjang jalur menuju lokasi pemakaman dipenuhi ratusan karangan bunga ucapan duka cita.
Mulai dari gerbang utama di jalur Pantura hingga ke arah selatan, karangan bunga berjajar rapi di sisi kanan dan kiri jalan.
Di bagian tengah, deretan penjor dengan hiasan janur membentuk gapura, menambah kesan sakral dan penuh penghormatan dalam prosesi tersebut.
Di titik lain, khususnya di area dekat pintu masuk tenda utama, puluhan hingga ratusan karangan bunga kembali terlihat menghiasi lokasi.
Banyaknya kiriman ucapan duka dari berbagai lembaga, perusahaan, hingga tokoh nasional menunjukkan luasnya jaringan dan pengaruh almarhum semasa hidup.
Pengamanan di sepanjang jalur menuju makam juga dilakukan secara berlapis.
Aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri, termasuk dari Polres serta Kodim setempat, terlihat berjaga dan mengatur arus pelayat yang datang menggunakan bus, mobil pribadi, maupun sepeda motor.
Rombongan karyawan PT Djarum turut memadati area pemakaman.
Mereka berasal dari berbagai unit kerja, mulai dari jajaran manajer hingga karyawan pabrik di wilayah Rembang, Pati, Juwana, dan Kudus.
Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini mereka kenal sebagai pemimpin.
Di area kompleks pemakaman, dua unit helikopter juga terlihat mendarat secara bergantian.
Informasi yang beredar menyebutkan helikopter tersebut membawa anggota keluarga yang ikut menghadiri prosesi pemakaman.
Jenazah tiba di lokasi sekitar pukul 10.20 WIB menggunakan mobil ambulans berwarna hitam dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.
Rombongan keluarga inti turut mengiringi kedatangan tersebut hingga ke area pemakaman.
Salah satu karyawan Djarum, Satinah, mengaku datang bersama rekan-rekannya untuk menyampaikan belasungkawa.
Ia menyebut hari itu sebenarnya merupakan hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran, namun perusahaan memberikan kesempatan untuk melayat.
“Ini bentuk penghormatan terakhir kami. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ahmad Faqih Rosyidi, karyawan yang telah bekerja selama puluhan tahun.
Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang rendah hati dan tidak membeda-bedakan orang.
“Semoga almarhum mendapatkan jalan terbaik. Kami sangat berduka,” katanya.
Seluruh rangkaian prosesi pemakaman berlangsung tertib dengan pengamanan ketat.
Awak media hanya diperkenankan meliput dari area luar tenda utama, sementara pihak keluarga tidak memberikan pernyataan resmi selama prosesi berlangsung. (noe)
Editor : Ali Mustofa