Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengapa Godo Rembang Dipilih? Ini Alasan Keluarga Makamkan Michael Bambang Hartono di Tanah Leluhur

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 25 Maret 2026 | 15:48 WIB
Rombongan keluarga yang mengenakan baju hitam memberikan penghormatan terakhir almarhum Chairman PT Djarum Michael Bambang Hartono. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)
Rombongan keluarga yang mengenakan baju hitam memberikan penghormatan terakhir almarhum Chairman PT Djarum Michael Bambang Hartono. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)

REMBANG — Di tengah duka yang menyelimuti kepergian Michael Bambang Hartono, satu hal yang menjadi perhatian adalah pilihan lokasi pemakamannya.

Bukan di Jakarta, tempat ia lama berkiprah, melainkan di Godo, Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang—sebuah keputusan yang sarat makna.

Pemilihan lokasi ini bukan sekadar pertimbangan teknis, tetapi lebih pada ikatan sejarah keluarga.

Godo merupakan tanah asal keluarga besar Djarum, tempat para pendahulu dimakamkan, termasuk sang ayah, Oei Wie Gwan.

Dengan demikian, pemakaman ini menjadi simbol kembalinya sosok besar tersebut ke akar leluhurnya.

Persiapan Matang, Duka Terasa Kuat

Sejak sepekan sebelum prosesi, kompleks pemakaman keluarga telah dipersiapkan secara intensif.

Area sekitar ditata ulang, mulai dari pembangunan tenda besar, perbaikan akses jalan, hingga penyediaan lahan parkir untuk menampung pelayat.

Puluhan karangan bunga berjajar di sekitar lokasi, mempertegas suasana kehilangan yang mendalam.

Aktivitas di lapangan meningkat signifikan menjelang hari pemakaman, mencerminkan besarnya penghormatan terhadap almarhum.

Perwakilan manajemen PT Djarum menyebutkan bahwa seluruh persiapan telah rampung sepenuhnya sebelum hari pelaksanaan, termasuk pengaturan teknis dan alur kedatangan pelayat.

Pengaturan Ketat dan Terorganisir

Selain kesiapan fisik lokasi, pengelolaan arus tamu juga menjadi fokus utama.

Jalur menuju lokasi, terutama dari Pantura, diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Area parkir dibagi ke dalam beberapa zona guna menjaga kelancaran mobilitas, baik untuk keluarga, tokoh penting, maupun masyarakat umum yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Prosesi Berawal dari Kudus

Rangkaian penghormatan dimulai dari GOR Jati Kudus, tempat jenazah disemayamkan.

Selama tiga hari, sejak 22 hingga 24 Maret 2026, pelayat datang silih berganti, menunjukkan besarnya pengaruh almarhum di dunia usaha dan masyarakat.

Puncak acara berlangsung pada 25 Maret 2026, diawali dengan misa pelepasan yang berlangsung khidmat. Setelah itu, jenazah diberangkatkan menuju Godo, Rembang.

Setibanya di lokasi, prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 10.40 WIB dan dilanjutkan dengan pemakaman di pusara pada pukul 11.00 WIB.

Lebih dari Sekadar Pemakaman

Pemakaman di Godo bukan hanya penutup perjalanan hidup, tetapi juga simbol kesinambungan sejarah keluarga.

Di tempat inilah, generasi demi generasi keluarga besar Djarum disemayamkan.

Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa di balik kiprah besar di tingkat nasional dan internasional, akar lokal tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Editor : Mahendra Aditya
#berita rembang terbaru #Michael Bambang Hartono meninggal #pengusaha indonesia meninggal #tokoh bisnis indonesia #tokoh inspiratif indonesia #pemakaman tokoh nasional #pemakaman Godo Rembang #alasan pemakaman Rembang #keluarga Djarum #Oei Wie Gwan #makam keluarga Djarum #prosesi pemakaman Djarum #GOR Jati Kudus #berita duka Djarum #sejarah keluarga Djarum #lokasi makam Godo #pemakaman Rembang hari ini #karangan bunga duka #prosesi misa pelepasan #tokoh konglomerat Indonesia #pemakaman pengusaha #suasana duka Rembang #pemakaman eksklusif #berita Kudus Rembang #Jalur Pantura Rembang