REMBANG — Di tengah duka yang menyelimuti kepergian Michael Bambang Hartono, satu hal yang menjadi perhatian adalah pilihan lokasi pemakamannya.
Bukan di Jakarta, tempat ia lama berkiprah, melainkan di Godo, Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang—sebuah keputusan yang sarat makna.
Pemilihan lokasi ini bukan sekadar pertimbangan teknis, tetapi lebih pada ikatan sejarah keluarga.
Godo merupakan tanah asal keluarga besar Djarum, tempat para pendahulu dimakamkan, termasuk sang ayah, Oei Wie Gwan.
Dengan demikian, pemakaman ini menjadi simbol kembalinya sosok besar tersebut ke akar leluhurnya.
Persiapan Matang, Duka Terasa Kuat
Sejak sepekan sebelum prosesi, kompleks pemakaman keluarga telah dipersiapkan secara intensif.
Area sekitar ditata ulang, mulai dari pembangunan tenda besar, perbaikan akses jalan, hingga penyediaan lahan parkir untuk menampung pelayat.
Puluhan karangan bunga berjajar di sekitar lokasi, mempertegas suasana kehilangan yang mendalam.
Aktivitas di lapangan meningkat signifikan menjelang hari pemakaman, mencerminkan besarnya penghormatan terhadap almarhum.
Perwakilan manajemen PT Djarum menyebutkan bahwa seluruh persiapan telah rampung sepenuhnya sebelum hari pelaksanaan, termasuk pengaturan teknis dan alur kedatangan pelayat.
Pengaturan Ketat dan Terorganisir
Selain kesiapan fisik lokasi, pengelolaan arus tamu juga menjadi fokus utama.
Jalur menuju lokasi, terutama dari Pantura, diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Area parkir dibagi ke dalam beberapa zona guna menjaga kelancaran mobilitas, baik untuk keluarga, tokoh penting, maupun masyarakat umum yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Prosesi Berawal dari Kudus
Rangkaian penghormatan dimulai dari GOR Jati Kudus, tempat jenazah disemayamkan.
Selama tiga hari, sejak 22 hingga 24 Maret 2026, pelayat datang silih berganti, menunjukkan besarnya pengaruh almarhum di dunia usaha dan masyarakat.
Puncak acara berlangsung pada 25 Maret 2026, diawali dengan misa pelepasan yang berlangsung khidmat. Setelah itu, jenazah diberangkatkan menuju Godo, Rembang.
Setibanya di lokasi, prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 10.40 WIB dan dilanjutkan dengan pemakaman di pusara pada pukul 11.00 WIB.
Lebih dari Sekadar Pemakaman
Pemakaman di Godo bukan hanya penutup perjalanan hidup, tetapi juga simbol kesinambungan sejarah keluarga.
Di tempat inilah, generasi demi generasi keluarga besar Djarum disemayamkan.
Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa di balik kiprah besar di tingkat nasional dan internasional, akar lokal tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Editor : Mahendra Aditya