Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SPPG Sidorejo Pamotan Digembok Pemilik Aset, Program MBG 1.790 Siswa Terhenti

Ali Mahmudi • Rabu, 11 Maret 2026 | 18:59 WIB

Pemilik aset bangunan yang digunakan sebagai dapur menggembok pintu setelah kemitraan diputus secara sepihak oleh Yayasan Tirta Mirah Asih.
Pemilik aset bangunan yang digunakan sebagai dapur menggembok pintu setelah kemitraan diputus secara sepihak oleh Yayasan Tirta Mirah Asih.

REMBANG – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidorejo, Kecamatan Pamotan, terhenti total sejak Rabu (11/3).

Penyebabnya, pemilik aset bangunan yang digunakan sebagai dapur menggembok pintu karena pemutusan kemitraan secara sepihak oleh Yayasan Tirta Mirah Asih.

Akibat penutupan ini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sekitar 1.790 siswa di wilayah tersebut terganggu. Selain itu, 47 relawan dan staf dapur kehilangan kepastian kerja.

Baca Juga: Pemkab Rembang Siap Bayar THR ASN, Tapi Masih Tunggu Lampu Hijau Pusat

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus menyebutkan konflik bermula dari pesan WhatsApp yang dikirim pihak pembuat kebijakan Yayasan Tirta Mirah Asih pada Senin sore (9/3).

Pesan tersebut dianggap Fatimatun Zahroil Batul—sebagai mitra sekaligus pemilik bangunan—sebagai pemutusan hubungan kerja secara sepihak dan tidak profesional.

Fatimatun menegaskan statusnya bukan sekadar mitra, melainkan pemilik sah aset yang menjadi fasilitas operasional dapur.

Konflik ini merupakan akumulasi ketidakharmonisan hubungan kerja antara mitra lokal dengan Kepala SPPG yang telah berlangsung lama.

Sebelumnya, pada Sabtu (7/3), Yayasan Tirta Mirah Asih menggelar mediasi di Semarang. Namun, hasil mediasi dinilai merugikan mitra karena operasional dapur diambil alih sepenuhnya oleh yayasan, sementara pengelolaan penyuplai diserahkan kepada Kepala SPPG.

Puncak ketegangan terjadi ketika Fatimatun dikeluarkan dari grup koordinasi yayasan, yang semakin memperkuat dugaan pemutusan kemitraan tanpa prosedur yang layak.

Baca Juga: LINKLive Streaming PSIM vs Persijap Malam Ini, Kick-off 20.30 WIB di Bantul

Selasa malam (10/3), digelar pertemuan di kediaman Fatimatun yang dihadiri sekitar 15 orang, termasuk relawan dan asisten lapangan. Pertemuan tersebut membahas penyebab penutupan dan upaya mencari solusi.

Hingga berita ini diturunkan, baik Fatimatun selaku mitra maupun Abdul Hasib selaku Kepala SPPG belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi.

Terpisah, Ngadiyono, PIC MBG pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang sekaligus Kabid Pembinaan SMP, menyatakan baru menerima pemberitahuan dari Korwil SPPI bahwa operasional SPPG Sidorejo berhenti mulai Rabu (11/3).

“Saya belum tahu kronologis lengkapnya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Koordinator SPPI Kabupaten Rembang, Aprilia Qulan Syakila, mengonfirmasi penangguhan operasional karena persoalan internal yang mendesak untuk diselesaikan.

“Dari laporan Kepala SPPG, memang berhenti hingga besok. Namun, untuk Jumat dan Sabtu tetap ada pendistribusian terakhir sebelum libur Lebaran,” terangnya.

Pihak koordinator memastikan kendala tersebut sedang ditangani agar tidak mengganggu alur kerja jangka panjang. (ali)

Editor : Mahendra Aditya
#SPPG #pamotan #SPPG berhenti operasi #Mbg #rembang #SPPG Sidorejo