RADAR KUDUS – Universitas Diponegoro (Undip) kembali mengembangkan fasilitas pendidikan di Kabupaten Rembang dengan membangun gedung perkuliahan baru bagi mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Undip Rembang.
Bangunan setinggi lima lantai tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di wilayah setempat.
Peletakan batu pertama pembangunan gedung dilakukan oleh Bupati Rembang Harno bersama Rektor Undip Prof. Dr. Suharmono.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Bertolak ke Washington DC Temui Donald Trump, Apa yang Akan Dibahas?
Gedung yang berdiri di area belakang kampus PSDKU Undip Rembang itu akan dilengkapi 16 ruang kelas, ruang diskusi, serta fasilitas perpustakaan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan, Nugroho Tri Utomo, menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan bentuk komitmen Undip dalam memperluas pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas, khususnya bagi masyarakat Rembang dan sekitarnya.
Proyek pembangunan gedung ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp18,740 miliar dan dijadwalkan berlangsung selama tujuh bulan, terhitung sejak 19 Desember 2025 hingga 16 Juli 2026.
Pembiayaan proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Undip tahun anggaran 2025–2026.
Bupati Rembang Harno menyatakan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
Ia mengapresiasi kerja sama yang terjalin dan menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung kemajuan Undip di Kabupaten Rembang.
Baca Juga: Sambut Tahun Baru Imlek, Umat Tri Dharma Kudus Sucikan Klenteng Hok Hien Bio
Sementara itu, Rektor Undip Prof. Dr. Suharmono menegaskan keseriusan pihak kampus dalam mengembangkan PSDKU Rembang secara optimal dan bermartabat.
Ia juga menyoroti masih rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Rembang, sehingga keberadaan kampus Undip diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Ke depan, Undip juga membuka peluang pengembangan lanjutan di PSDKU Rembang, termasuk kemungkinan pembukaan fakultas baru, selama didukung perencanaan matang serta ketersediaan pembiayaan yang memadai.
Editor : Ali Mustofa