Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jembatan Kayu di Desa Bancang Sale Terputus, Warga Akses Jalur Alternatif 40 Km

Ali Mahmudi • Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:06 WIB
BUTUH PERHATIAN: Kondisi jembatan antardukuh di Bancang, Sale, terputus setelah diguyur hujan baru-baru ini.
BUTUH PERHATIAN: Kondisi jembatan antardukuh di Bancang, Sale, terputus setelah diguyur hujan baru-baru ini.

REMBANG – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang.

Mengakibatkan jembatan penghubung antara Dukuh Kentong dan Dukuh Bancang, Desa Bancang, Sale, runtuh pada Jumat (13/2) pagi.

Kejadian ini memutus akses utama warga dan memaksa mereka mencari jalur alternatif sejauh 40 km.

Kepala Desa Bancang, Sri Agung, mengungkapkan bahwa kondisi ini sebenarnya merupakan masalah menahun.

Menurutnya, jembatan tersebut sudah mulai mengalami kerusakan atau ambrol sejak tahun 2022.

"Ini sudah ambrol yang ketiga kalinya. Sejak tahun 2022 sampai sekarang, jembatan ini sama sekali belum tersentuh perbaikan (dari pemerintah)," ujar Sri Agung saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2).

Putusnya jembatan dengan bentang sepanjang 17 meter ini membuat warga di wilayah terdampak kini dalam kondisi terisolasi.

Pihak desa mengaku tidak bisa melakukan penanganan darurat secara mandiri, misalnya dengan menggunakan bambu, karena lebar sungai yang terlalu luas.

Dampak ekonomi yang dirasakan warga pun sangat berat. Untuk mengangkut hasil panen, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang sangat jauh.

"Kasihan masyarakat. Kalau mau mengambil hasil panen, sekarang harus memutar lewat Jatirogo dan Kenduruan, Tuban. Jaraknya jauh sekali, sekitar 40 kilometer," tambah Sri Agung.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penanganan permanen di lokasi tersebut.

Mengingat status jembatan yang sebelumnya dibangun secara swadaya, pihak Desa Bancang mengharapkan bantuan dari pemerintah yang lebih tinggi.

Sri Agung berharap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang atau Pemerintah Daerah segera turun tangan untuk melakukan pembangunan fisik.

"kami sangat mengharapkan bantuan dari Pemda, dalam hal ini Dinas PU, agar segera dibangun. Kalau dana daerah tidak mampu, kami harap bisa diusulkan ke tingkat Provinsi. Bagaimanapun ini menyangkut akses ekonomi masyarakat luas," pungkasnya.

Camat Sale Moh. Imron mengaku sudah melaporkan runtuhnya jembatan antar dusun tersebut pada pihak terkait. “Sudah kita laporkan ke Bupati, BPBD, DPUTARU,” tandasnya.

Editor : Ali Mustofa
#pemkab rembang #Lutfi Achmad #harno hanies #Jembatan Runtuh Careiro #jembatan runtuh #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi #DPUTR Rembang #Gus yasin #bpbd rembang