REMBANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Rembang menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I pada Sabtu (31/1).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Pendapa Museum RA Kartini dan menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi guru di Kota Garam.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PGRI Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, secara resmi mengukuhkan Musringah Harno sebagai Bunda Guru Kabupaten Rembang.
Baca Juga: Pamit dari Rembang, AKBP Dhanang Sowan ke Gus Mus dan Pulang Bawa Wejangan Menyentuh
Pengukuhan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Rembang Harno, Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. Muhdi, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Achmad Sholchan, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Kasi Pendidikan Madrasah Ahmad Sumardi.
Ketua PGRI Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, dalam laporannya memaparkan berbagai kegiatan organisasi yang telah dilaksanakan selama satu tahun terakhir.
Ia menyampaikan bahwa PGRI Rembang aktif menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), Dindikpora, PGRI di wilayah eks Karesidenan, hingga Polres Rembang.
“Selama setahun terakhir, kegiatan PGRI kami koordinasikan dengan OPD terkait, PGRI daerah sekitar, Polres, hingga Himpunan Keluarga Rembang (HKR), sehingga program-program yang dijalankan bisa berkembang dan memberi manfaat lebih luas,” ungkap Isti.
Ia juga menegaskan komitmen PGRI Rembang dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak kekerasan di lingkungan pendidikan.
Salah satunya melalui sinergi lintas sektor serta sosialisasi pencegahan bullying dengan pendekatan literasi media yang berbeda dari daerah lain.
Selain kegiatan edukatif, PGRI Rembang juga tetap mengedepankan kepedulian sosial.
Baca Juga: Ini Kata Bagian Hukum Setda Rembang Soal Legalitas KDKMP di Desa Bangunrejo
Bentuknya antara lain dukungan moril kepada anggota yang tertimpa musibah di sejumlah cabang.
“Di samping kegiatan yang bersifat sosial, kami juga memberikan perhatian kepada anggota PGRI yang sedang mengalami musibah,” imbuhnya.
Isti mengajak seluruh anggota PGRI Kabupaten Rembang untuk menjadikan organisasi sebagai rumah besar yang menguatkan kebersamaan.
Hal itu dinilai penting guna meningkatkan profesionalisme dan kapasitas guru maupun tenaga kependidikan.
“Ke depan, koordinasi harus terus ditingkatkan, terutama dalam rangka mendorong kemampuan guru bertransformasi secara digital dalam proses pembelajaran,” harapnya.
Dalam forum Konkerkab tersebut, Isti juga menyinggung sejumlah isu aktual.
Di antaranya rencana pembangunan fisik Gedung PGRI yang ditargetkan mulai direalisasikan tahun ini, pencairan tunjangan profesi guru (TPG) tahap 13 dan 14 pada tahun 2024, serta perjuangan nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di tengah isu pemberhentian yang terjadi di kabupaten lain.
Ia juga menegaskan penetapan Musringah Harno sebagai Bunda Guru Kabupaten Rembang diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi, baik dalam berorganisasi maupun dalam menjalankan tugas keprofesian di bidang pendidikan.
Sementara itu, Bupati Rembang Harno dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PGRI Kabupaten Rembang atas terselenggaranya Konkerkab I.
Ia menilai konferensi kerja merupakan forum strategis untuk merumuskan program dan rencana aksi organisasi ke depan.
“Konferensi kerja ini menjadi wadah penting untuk memperkuat peran PGRI sebagai organisasi profesi guru yang berkomitmen pada peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan anggotanya,” ujar Harno.
Menurutnya, PGRI memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing.
Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, guru dituntut untuk senantiasa meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan kemajuan teknologi, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan, moral, dan akhlak mulia kepada peserta didik.
Baca Juga: LPJU Padam, Jalur Wisata Religi Lasem Rembang Gelap Gulita Berbulan-bulan, Pengguna Jalan Waswas
Pemerintah Kabupaten Rembang, lanjut Harno, menyadari bahwa kemajuan daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan.
Karena itu, Pemkab terus berupaya memperkuat sinergi dengan PGRI dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan demi mewujudkan layanan pendidikan yang merata, berkualitas, dan inklusif.
“Dukungan terhadap peningkatan kapasitas guru, penguatan profesionalisme, serta kesejahteraan tenaga pendidik akan terus menjadi perhatian kami,” tegasnya.
Bupati berharap Konkerkab I PGRI Kabupaten Rembang ini mampu melahirkan program kerja yang realistis, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital dan globalisasi.
“Saya mengucapkan selamat melaksanakan Konferensi Kerja Kabupaten I PGRI Kabupaten Rembang Masa Bakti XXIII Tahun 2026. Semoga forum ini menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi, dunia pendidikan, dan masa depan generasi muda Kabupaten Rembang,” pungkasnya. (noe)
Editor : Ali Mustofa