REMBANG – Tradisi sowan dan berpamitan menjadi momen penuh makna bagi AKBP Dhanang Bagus Anggoro sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolres Rembang.
Dalam kunjungannya ke kediaman KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus) pada Jumat (30/1), Dhanang membawa pulang wejangan berharga tentang hakikat jabatan dan ketenangan hati.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Mus menekankan pentingnya sikap penerimaan dan kesabaran terhadap setiap ketetapan Allah SWT, termasuk dalam hal amanah jabatan.
Menurut ulama kharismatik tersebut, sikap rida terhadap tugas adalah pintu gerbang datangnya keberkahan.
“Beliau menyampaikan agar kita menerima dan bersabar terhadap apa pun.
Dari situlah awal datangnya berkah yang bisa memberkahi diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” ujar AKBP Dhanang mengutip pesan Gus Mus.
Lebih lanjut, Gus Mus mengingatkan agar seseorang tidak terjebak dalam ambisi yang berlebihan atau sikap serakah demi mengejar kedudukan.
Sesuatu yang diraih dengan cara memaksakan kehendak, menurut Gus Mus, hanya akan memberikan kepuasan semu di permukaan.
“Jika dipaksakan, yang didapat hanya tampak di luar, tapi sejatinya bisa mengurangi kebahagiaan kita pada hal-hal lain,” tambahnya.
Bagi AKBP Dhanang, wejangan Gus Mus adalah pengingat tentang pentingnya menjaga keseimbangan hidup.
Ia memaknai pesan tersebut sebagai teguran bahwa kesuksesan material dan kekuasaan tidak akan berarti tanpa kemerdekaan batin.
“Untuk apa kekuasaan, kekayaan, dan kejayaan kita miliki kalau ternyata hati kita tidak merdeka,” pungkasnya.
Tongkat estafet kepemimpinan Polres Rembang kini beralih kepada AKBP Mohammad Faisal Pratama.
Sebelum ditugaskan ke Rembang, lulusan Akpol 2006 yang berpengalaman di bidang lalu lintas ini menjabat sebagai Kapolres Kepahiang, Polda Bengkulu.
Sementara itu, AKBP Dhanang Bagus Anggoro akan melanjutkan pengabdiannya di Mabes Polri.
Ia dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kasubbagrenmin Dittipidter Bareskrim Polri setelah menuntaskan masa tugasnya di Bumi Kartini. (ali)
Editor : Mahendra Aditya