SOLO – Seorang pemuda dilaporkan terjun ke aliran Kali Pepe di wilayah Kota Solo pada Rabu (28/1/2025) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Bendungan Tirtonadi, Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Terminal Tirtonadi, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari.
Insiden ini pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB dan sempat menimbulkan dugaan percobaan bunuh diri.
Baca Juga: Bawang Merah dan Cabai Meredup, Harga Pangan Terkini Cenderung Turun
Informasi tersebut langsung memicu upaya pencarian oleh tim SAR bersama BPBD Kota Solo.
Berdasarkan keterangan awal, kejadian bermula sekitar pukul 04.30 WIB.
Seorang warga yang sedang memancing di sisi selatan Bendungan Tirtonadi melihat seorang pemuda berjalan dari arah Jalan Ahmad Yani menuju pagar pembatas bendungan bagian selatan.
Saat itu, pemuda tersebut mengenakan celana panjang hitam dan hoodie berwarna senada.
Tak lama kemudian, pemuda itu tiba-tiba melompat ke aliran Kali Pepe. Tubuhnya sempat terbentur beton di bagian bawah bendungan.
Meski demikian, saksi mata menyebutkan bahwa setelah terjun, pemuda tersebut masih mampu bergerak ke tepi sungai dan berjalan sempoyongan ke arah timur hingga berada di bawah Jembatan Patung Keris.
Melihat kejadian itu, saksi segera melapor ke Polsek Banjarsari. Petugas yang datang ke lokasi kemudian menemukan sebuah tas hitam yang diduga milik korban.
Baca Juga: Dua Produk Emas Pegadaian Bergerak Berbeda, Galeri24 Bertahan, UBS Menurun
Di dalam tas tersebut terdapat sejumlah barang pribadi, antara lain celana panjang hitam, kaus lengan pendek putih, celana pendek hitam bermotif merah, parfum minyak wangi merek Posh Men, alat catok rambut, serta kartu OSIS atas nama siswa MAN 1 Rembang.
Dari identitas yang ditemukan, pemuda tersebut diketahui berinisial HS (19), warga Dukuh Cabean, RT 01 RW 02, Desa Randuagung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.
Kasi Trantib Kelurahan Gilingan, Muhammad Solichin, menjelaskan bahwa warga setempat kemudian menemukan pemuda itu dalam kondisi kedinginan karena pakaian yang dikenakan basah.
Warga lantas memberikan bantuan berupa pakaian ganti dan memintanya beristirahat di musala sebelum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kelurahan.
“Mendapat laporan dari warga, kami bersama anggota Linmas langsung menjemput yang bersangkutan dan membawanya ke Kantor Kelurahan Gilingan,” ujar Solichin.
Baca Juga: Rahasia Gerakan Wudhu: Kebersihan Mulut, Cermin Keimanan dan Kunci Kesehatan Tubuh
Setelah dilakukan koordinasi, diketahui bahwa pemuda tersebut memang sedang dalam pencarian tim SAR dan BPBD Kota Solo.
“Kami memastikan ke tim SAR, dan dibenarkan bahwa pemuda ini adalah orang yang sebelumnya dilaporkan terjun ke Kali Pepe,” tambahnya.
Solichin juga mengungkapkan bahwa HS tiba di Kota Solo menggunakan bus dan turun di Terminal Tipe A Tirtonadi pada Senin (27/1/2025) malam.
Kepada petugas, HS mengaku nekat melompat ke sungai karena mengalami halusinasi dan merasa ketakutan seolah-olah dikejar oleh seseorang.
Keterangan yang disampaikan korban dinilai tidak konsisten dan menunjukkan kondisi kebingungan.
“Pengakuannya merasa dibuntuti dan ketakutan karena mengira temannya ditangkap polisi. Kondisinya seperti orang depresi, namun kebenarannya masih perlu didalami,” jelas Solichin.
Untuk penanganan lebih lanjut, HS kemudian diserahkan kepada Satpol PP Kota Solo dan dibawa ke rumah singgah guna mendapatkan pendampingan serta penanganan yang sesuai.