ALI MAHMUDI/RADAR KUDUS
DISOAL: Pengadaan apar sekolah di Kabupaten Rembang diduga mengalami mark-up.
REMBANG - Dugaan mark-up pengadaan pemadam kebakaran portable (Apar) di sekolah-sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang disebut menjadi proyek “titipan” dari oknum kepolisian. Adanya beking oknum aparat tersebut membuat sekolah tak berani menolaknya.
Salah satu guru di SD di Kota Rembang yang enggan disebut namanya mengaku sebenarnya tidak mempersoalkan soal pengadaan Apar di sekolah jika harganya wajar dan sekolah tidak ditentukan penyediaannya.
Guru muda itu pun mengaku sekolah tidak berani menolak karana penyedia hanya menjalankan perintah dari oknum aparat dari kepolisian.
”Kami sempat diyakinkan juga kalau pengadaan ini aman karena sudah ada perlindungan. Kami pun mengamini saja,” ungkapnya.
Pihak sekolah sebenarnya sempat mempertanyakan juga soal pengadaan Apar ini, namun oleh pihak dinas diminta menuruti saja.
Seperti dikabarkan sebelumnya program pengadaan ini dibiayai anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025.
Penerima berkisar 1.300 sekolah mulai dari tingkat PAUD/SD/SMP. Khusus SD pengadaan hanya diberlakukan untuk sekolah dengan jumlah siswa lebih dari 100 siswa.
Sementara total per paket Apar dan P3K dibanderol Rp 2,26 juta. Dengan rincian Apar Rp 1,5 juta dan P3K Rp 1,150 juta.
Praktik ini diduga kuat diinisiasi oleh DW dan IR mereka dikabarkan berkolaborasi dengan oknum aparat kepolisian.”Setahu saya barang (Apar) itu titipan oknum. Yang mengkoordinir di bawah IR, termasuk soal penentuan harga,” tandas informasi dari internal Dindikpora.
Keberadaan inisiator yang diduga melakukan pengkondisian di sekolah sebelumnya juga sempat diamini oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rembang Kapti Prastiyo namun begitu ia tidak tahu sola peran yang bersangkutan.
“Saya dapat info juga begitu (terkait IR), tapi saya tidak tahu terkait siapa ini," ujarnya saat dikonfirmasi baru-baru ini.
Sementara terkait dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian. Polres Rembang melalui KBO Reskrim Polres yang juga menjabat sebagai Pj Propam Polres Rembang Widodo Eko Prasetiyo saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat kabar tersebut. “Kami belum ada info itu mas,” tandasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin. (ali)
Editor : Mahendra Aditya