Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ini Tanggapan Dewan Soal Mahalnya Ongkos Biro Perjalanan Study Tour di Rembang

Ali Mahmudi • Selasa, 16 Desember 2025 | 01:55 WIB

DOK. RADAR KUDUS

Puji Santoso Anggota Komisi D DPRD Rembang

 

puji santoso
puji santoso

REMBANG – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang, Puji Santoso, menyoroti kebijakan pelaksanaan study tour yang diadakan oleh sekolah-sekolah di Rembang.

Menurutnya, meskipun kegiatan study tour tidak dilarang dan memiliki tujuan edukatif yang penting, pelaksanaannya harus benar-benar memperhatikan kemampuan finansial orang tua siswa yang beragam.

Puji Santoso menegaskan bahwa tujuan utama study tour adalah untuk memperdalam pemahaman materi pelajaran melalui pengalaman langsung, meningkatkan motivasi belajar, mengembangkan soft skill, memperluas wawasan, serta menguatkan karakter dan kesejahteraan mental siswa.

Namun, tujuan mulia ini tidak boleh terhambat oleh beban biaya yang memberatkan sebagian orang tua.

“Study tour itu baik, tapi kemampuan orang tua siswa itu macam-macam, ada yang mampu, sedang, dan kurang mampu. Guru dan pihak sekolah wajib memperhatikan hal ini. Jangan sampai ada siswa yang tidak bisa ikut karena masalah biaya,” ujar Puji Santoso.

Puji meminta agar pihak sekolah dan guru dapat berperan aktif dalam mencari solusi agar semua siswa bisa ikut serta. Meskipun Dinas Pendidikan tidak menentukan biro perjalanan, pihak sekolah yang memfasilitasi kegiatan harus memberikan arahan agar biaya tidak memberatkan.

“Pihak sekolah bisa melakukan rembug untuk mencari solusi teknis, misalnya melalui sistem menabung, gotong royong, atau yang paling penting adalah subsidi silang. Orang tua yang mampu dan sedang bisa membantu siswa yang kurang mampu, sehingga semua murid bisa mendapatkan manfaat dari study tour,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya transparansi rincian biaya kepada orang tua. Guru diminta membantu berkomunikasi dengan biro perjalanan dan menyampaikan rincian biaya secara terbuka, mulai dari sewa bus, penginapan, hingga alokasi biaya makan per kali, agar orang tua memahami secara jelas dan tidak menimbulkan protes atau kecurigaan.

Hal krusial lain yang disoroti oleh Puji Santoso adalah dugaan adanya monopoli dan pengondisian terhadap penggunaan biro perjalanan tertentu. Pihaknya berharap semua pihak turut mengawasinya.

“Dugaan monopoli dan pengondisian ini yang seharusnya diselidiki lebih dalam. Jika biro memberikan harga yang sangat miring dengan pelayanan prima, itu wajar. Tetapi, jika tidak ada nilai plusnya, seharusnya sekolah bisa menggunakan biro perjalanan lain yang ada di Rembang,” tegasnya.

Puji Santoso mengajak semua pihak untuk membandingkan harga dan pelayanan antar biro perjalanan untuk menciptakan persaingan yang sehat dan kompetitif.

 “Jika semua biro harganya hampir sama, tetapi kok semuanya hanya menggunakan satu biro saja, berarti ada yang tidak beres. Kita perlu memastikan tidak ada praktik pengondisian yang merugikan biro perjalanan lain dan juga orang tua siswa,” tutupnya. (ali)

Editor : Mahendra Aditya
#dprd rembang #pemkab rembang #dprd komisi d Rembang #dindikpora rembang #mkks kabupaten rembang #study tour mahal di rembang #masalah study tour rembang #study tour