Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

3 Kuliner Rembang yang Bikin Wisatawan Balik Lagi: Resep dari Kota Pesisir yang Nggak Pernah Gagal Menggoda Lidah!

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 6 Desember 2025 | 00:34 WIB

 

Lontong Tuyuhan khas Rembang
Lontong Tuyuhan khas Rembang

REMBANG - Rembang mungkin lebih sering dikenal sebagai kota pesisir dengan jejak sejarah panjang, tetapi ada satu hal lain yang membuat kota ini semakin sulit dilupakan: cita rasa kuliner yang melekat sampai pulang kampung.

Dari desa kecil sampai sudut pasar, Rembang menyimpan sajian-sajian yang bukan hanya lezat, tetapi membawa cerita panjang tentang tradisi, cara hidup masyarakat, hingga kebanggaan daerah.

Dalam daftar ini, ada tiga hidangan yang namanya sudah terlanjur melekat sebagai kuliner wajib. Tidak hanya digandrungi warga lokal, tiga makanan ini juga menjadi alasan para pelancong rela memutar arah atau kembali lagi ke Rembang.

1. Lontong Tuyuhan – Warisan Rasa dari Desa Kecil yang Mendunia

Meski tampilannya sederhana, Lontong Tuyuhan bukan sekadar hidangan berkuah santan. Hidangan ini lahir dari Desa Tuyuhan di Kecamatan Pancur, sebuah wilayah kecil yang diam-diam menyimpan tradisi kuliner ratusan tahun.

Dalam satu piringnya, pengunjung bisa mencicipi perpaduan kuah santan merah yang kaya bumbu, aroma rempah khas Jawa, dan potongan ayam kampung berbumbu opor pedas yang memberi semburat rasa hangat.

Cita rasa gurihnya bukan hanya hasil dari santan dan rempah, tetapi dari teknik masak tradisional yang tetap dipertahankan hingga hari ini. Tidak ada versi instan, tidak ada jalan pintas. Semuanya dibuat pelan-pelan untuk menjaga karakter rasa yang membuat Lontong Tuyuhan menjadi “signature dish” Rembang.

Para perantau bahkan sering menjadikan kuliner ini sebagai santapan wajib begitu pulang kampung.

Mungkin karena setiap suapan menghadirkan rasa nostalgia. Mungkin juga karena belum ada versi lain yang bisa meniru rasanya dengan benar. Lontong Tuyuhan tetap menjadi legenda karena satu alasan sederhana: rasa otentik yang tidak tergantikan.

2. Sayur Merico – Pedas Hangat yang Jarang Ada, Tapi Selalu Dicari

Di berbagai wilayah Indonesia, hidangan pedas mungkin sudah biasa. Tapi Sayur Merico menawarkan sesuatu yang berbeda. Dimasak dengan porsi lada (merico) yang lebih banyak dari masakan pedas pada umumnya, hidangan ini mengutamakan sensasi hangat dan tajam, bukan sekadar “pedas membakar”.

Sayur Merico biasanya mengandalkan ikan laut seperti tongkol atau pari, yang kemudian direbus bersama rempah hingga menghasilkan kuah segar beraroma laut.

Rasa pedas yang hadir tidak menampar lidah, tetapi perlahan menghangatkan tubuh—jenis pedas yang membuatmu ingin menyeruput kuahnya berulang kali.

Meski keberadaannya mulai jarang ditemukan, beberapa warung tradisional di Rembang masih mempertahankan resep lamanya.

Para pelancong yang beruntung bisa merasakan sensasi “comfort food” khas pesisir ini: sederhana, hangat, dan penuh rasa. Cocok dinikmati saat cuaca dingin atau ketika kamu butuh hidangan yang menenangkan tapi tetap nendang.

3. Pethek (Pindang Pletek) – Hidangan Ikan Pesisir yang Tak Pernah Kehilangan Penggemar

Pethek, atau yang dikenal juga sebagai Pindang Pletek, adalah menu yang menggambarkan karakter kuliner pesisir: kuat, sederhana, dan memikat. Ikan laut segar direbus dengan rempah lalu dipadukan dengan asam jawa atau belimbing wuluh untuk menghasilkan kuah gurih-asam yang menyegarkan.

Bumbu yang digunakan tidak berlebihan, namun rasanya tegas. Tidak perlu tambahan penyedap—ikan segar sudah membuat kuahnya kaya rasa. Aromanya begitu menggoda hingga sering membuat orang lapar sebelum hidangannya benar-benar tersaji.

Pethek biasanya disajikan bersama nasi hangat dan sambal segar. Kombinasi ini menghasilkan harmoni rasa yang membuat hidangan sederhana ini bertahan puluhan tahun sebagai salah satu kuliner wajib Rembang.

Rembang dan Ingatan Tentang Rasa

Tiga kuliner di atas bukan sekadar hidangan. Mereka adalah fragmen cerita tentang hidup masyarakat pesisir, tentang kreativitas di dapur sederhana, dan tentang kekuatan tradisi yang tetap bertahan di tengah modernisasi.

Setiap daerah punya makanan khas, tetapi Rembang memiliki kuliner yang resonansinya luas—bukan hanya karena rasa, tetapi juga karena cerita yang menyertainya.

Dari desa kecil, meja makan keluarga, hingga warung tradisional yang tak pernah sepi, kuliner-kuliner ini tumbuh menjadi ikon yang menyatukan warga dan memikat para wisatawan.

Jika kamu berkunjung ke Rembang, jangan pulang sebelum mencicipi ketiganya. Karena bisa jadi, rasa-rasa ini bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menambah cerita perjalananmu.

Editor : Mahendra Aditya
#pethek pindang pletek #lontong tuyuhan #Kuliner Rembang #rembang #sayur merico #jawa tengah