Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bayi Ditemukan di Pantai Pandean Rembang Mulai Stabil, Terduga Ibu Pembuang Diamankan Polisi

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 19 November 2025 | 17:27 WIB

DIRAWAT: Kondisi terkini bayi di ruang Neoristi NICU usai ditemukan di bibir pantai Desa Pandean, Kecamatan Remban.
DIRAWAT: Kondisi terkini bayi di ruang Neoristi NICU usai ditemukan di bibir pantai Desa Pandean, Kecamatan Remban.

REMBANG – Kondisi bayi laki-laki yang ditemukan di tepi pantai Desa Pandean, Kecamatan Rembang, saat ini dalam keadaan stabil.

Ia bahkan sudah mulai menjalani proses pelepasan oksigen secara bertahap.

Hingga kemarin, bayi tersebut masih menjalani fototerapi dan tampak aktif menangis serta mengonsumsi susu formula.

Baca Juga: Ibu Terduga Pembuang Bayi di Pantai Desa Pandean Rembang Diamankan Polisi, Sang Bayi Tunjukkan Perubahan Positif

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kudus, perawatan dilakukan di ruang Neoristi-NICU RSUD dr R Soetrasno Rembang, area khusus untuk bayi berisiko tinggi yang memerlukan pemantauan intensif.

Seluruh prosedur tetap (SOP) diberlakukan ketat. Akses masuk dibatasi menggunakan kode khusus dan hanya dapat dilalui oleh petugas rumah sakit atau pihak yang didampingi tenaga medis.

Kasi Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, M Nur Achdi Yustanto, membenarkan adanya temuan bayi tersebut pada Sabtu malam (15/11).

Bayi dibawa ke IGD sekitar pukul 19.30 WIB dalam keadaan basah dan menangis, setelah ditemukan warga di bibir pantai.

“Dari IGD, bayi langsung dipindahkan ke Neoristi-NICU untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisinya sudah jauh lebih baik dibanding saat pertama kali masuk,” ujar Yus.

Yus menjelaskan, sejak tiba di rumah sakit, bayi yang memiliki panjang 47 cm dan lingkar dada 31 cm itu langsung dipasangi oksigen 1 liter per menit.

Mulai Selasa (18/11), oksigen mulai dicoba dilepas secara bertahap. Saat ini bayi masih menjalani penyinaran.

Baca Juga: Heboh! Belatung Ditemukan, Pengiriman MBG di Rembang Mendadak Dibatalkan!

Terkait berat badan, bayi mengalami penurunan dari 2,5 kg menjadi 2,461 kg, namun hal itu masih dinilai wajar untuk bayi baru lahir yang sedang beradaptasi.

“Bayi sudah aktif menangis, gerakannya baik, dan bisa minum susu formula,” tambahnya.

Selain itu, pada Minggu (16/11) sekitar pukul 13.45 WIB, IGD RSUD menerima pasien perempuan berusia 20 tahun dalam kondisi pendarahan pascapersalinan.

Pasien kemudian dirawat di ruang kebidanan dan menjalani tindakan kuret pada Senin pagi (17/11).

Setelah prosedur selesai, pasien kembali dirawat di ruang Anggrek dan diperbolehkan pulang pada Selasa (18/11).

Baca Juga: DLH Rembang Sebut TPS Dekat Jembatan Gandrirojo untuk Cegah Pencemaran Sungai

Namun pihak RSUD menegaskan, belum dapat memastikan apakah pasien tersebut berkaitan dengan kasus pembuangan bayi.

“Kami tidak bisa menyimpulkan apakah ada hubungannya. Yang jelas, pasien datang dengan kondisi pendarahan setelah melahirkan,” tegasnya.

Sementara itu, seorang perempuan berinisial LA, 20 tahun, yang merupakan perantau asal Bangkalan, Madura, telah diamankan polisi karena diduga sebagai pelaku pembuangan bayi di pantai Desa Pandean.

Hingga kini, motif pembuangan masih didalami penyidik karena kondisi kesehatan LA belum stabil usai mengalami pendarahan pada Minggu sore (16/11).

Kapolres Rembang AKBP Dhanang Bagus Anggoro melalui KBO Satreskrim Polres Rembang, Iptu Widodo Eko Prasetiyo, menjelaskan bahwa LA diamankan pada Minggu (16/11) di rumah kontrakannya di Desa Pandean.

LA tinggal bersama saudaranya dan bekerja membantu pamannya berjualan nasi goreng.

“Berdasarkan KTP, LA berasal dari Bangkalan, Madura, dan belum menikah,” jelas Widodo, didampingi Kasi Humas Ipda M. Ansori.

Proses pengamanan dilakukan dengan melibatkan keluarga, perangkat desa, Kepala Desa, dan Babinsa.

LA kini masih dirawat di RSUD dr R Soetrasno karena pendarahan pascapersalinan.

“Hari ini (17/11) yang bersangkutan menjalani operasi kuret, sehingga belum bisa dimintai keterangan. Kondisinya belum memungkinkan untuk berkomunikasi,” tambahnya. (noe)

Editor : Ali Mustofa
#rsud #kondisi bayi #rembang #perawatan