Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dilarikan ke RSUD karena Pendarahan, Ibu Muda Minta Izin Jenguk Bayi yang Dibuang ke Laut

Ali Mahmudi • Senin, 17 November 2025 | 04:14 WIB

TERUS MEMBAIK: Kondisi bayi laki-laki yang dibuang ke laut sehat dan dirawat intensif di RSUD Rembang.
TERUS MEMBAIK: Kondisi bayi laki-laki yang dibuang ke laut sehat dan dirawat intensif di RSUD Rembang.


REMBANG – Wanita muda asal Bangkalan, Madura, yang tinggal di Desa Pandean, Rembang, dilarikan ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang dalam kondisi lemah akibat pendarahan.

Ia tiba sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (16/11), didampingi seorang pria dan dikawal polwan.

Sebelum dirawat ibu muda berusia sekitar 20 tahun tersebut sempat meminta izin menjenguk bayi laki-laki yang dibuang ke laut.

Direktur RSUD dr. R. Soetrasno, dr. Samsul Anwar, membenarkan kedatangan wanita tersebut. “Diantar anggota polwan. Kondisinya masih pendarahan, langsung kami rawat intensif,” katanya.

dr. Samsul mengakui jika sebelum dirawat, wanita itu bersama kerabatnya sempat minta izin menjenguk bayi di ruang perawatan. “Mereka melihat bayi sebentar. Kemudian kami prioritaskan penanganan medis ibu,” ujarnya.

Menurut Samsul, ibu muda dan keluarganya itu sempat mengakui jika bayi laki-laki yang dibuang itu anaknya.

“Bilang itu anaknya. Mereka tau kalau bayi yang dibuang ke laut itu masih hidup dan dirawat di RSUD dari media,” tambahnya.

Sejak kabar penemuan bayi menyebar, lima orang sudah menyatakan minat adopsi. Namun pihak RSUD tak punya kewenangan. “Prosesnya ranah Dinsos dan polisi,” tegas dr. Samsul.

Hingga kemarin sore Satreskrim Polres Rembang telah memeriksa enam saksi. Mulai dari yang menemukan bayi hingga dan ibu muda yang sedang dirawat di RSUD karena pendarahan.

Namun karena kondisinya ibu muda itu belum stabil. Penyidik terpaksa menunda pemeriksaan lebih mendalam.

“Belum bisa memastikan pelakunya. Karena kondisinya drop. Setelah stabil, kami dalami. Perkembangan akan disampaikan,” ujar Kaur Binops Satreskrim Iptu Widodo Eko Prasetyo, mewakili Kasat Reskrim AKP Alva Zakiya Akbar. (ali)

 

Editor : Zainal Abidin RK
#rs #rembang