REMBANG – Pengayuh becak penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Rembang langsung reyen kemarin.
Penumpang yang di angkut, meliputi tamu dari pemerintah pusat bersama Bupati Rembang Harno, forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), hingga sekda.
Mulai dari Balai Kartini menuju Museum RA Kartini Rembang. Penerima becak semringah dan antusias.
Total penerima tahap I ada 100 unit di Kota Garam. Mereka telah mendapat pemahaman operasional becak berteknologi anyar ini.
Mulai dari pengecesan hingga perawatan.
Bupati Rembang Harno bersyukur atas program baru dari Presiden Prabowo Subianto ini.
”Atas nama Pemkab Rembang kami mengucapkan terima kasih atas bantuan becak listrik 100 unit ini. Masyarakat yang lanjut usia tidak terlalu berkeringat saat bekerja. Jadi, bisa meringankan mereka bekerja,” ungkapnya.
Direktur Perencanaan dan Pengambangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) -penyalur bantuan becak listrik- Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan melaporkan, pemerintah menargetkan pada tahun ini ada 10 ribu unit becak listrik.
Tahun depan targetnya 30 ribu unit.
”Sesuai arahan Presiden Prabowo, becak listrik diperuntukkan yang usia lanjut. Harapannya meringankan kerja untuk menopang kehidupan keluarganya,” katanya.
Dia juga merespon ada sebagian tukang becak belum mendapatkan. Pihak YGSN menanggapi memang belum semuanya terpenuhi.
Nantinya bisa disalurkan pada tahap selanjutnya.
”Kebutuhan nanti akan di himpun pemkab. Lalu dilaporkan ke Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) untuk dilaporkan ke Bapak Presiden,” imbuhnya.
Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses BP Taskin Novrizak Tahar menyampaikan, becak listrik merupakan bantuan pribadi Presiden Prabowo Subianto.
Berangkat dari rasa empati terhadap banyak tukang becak yang lanjut usia.
”Mereka tidak punya profesi lain. Berangkat dari situ, Beliau (Presiden Prabowo, Red) punya ide memberi bantuan becak listrik. Bahkan, beliau ikut proses desainnya,” terangnya.
BP Taskin sebagai unit kerja presiden memastikan, pengentasan kemiskinan berjalan cepat.
Target kemiskinan ekstrem sampai akhir 2029 tinggal 4,5 persen.
Salah satu penerima becak, Suraji mengucap syukur menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo ini. Sebab, sangat membantu.
”Saya biasanya mangkal di pasar. Penghasilan tidak bisa ditentukan. Kadang dapat, kadang tidak. Biasanya sekitar Rp 30 ribu. Untuk mencukupi kebutuhan dua anak,” kata warga Desa Mondoteko, Rembang Kota, ini.
Salah satu perwakilan PT Pindad -pembuat becak listrik- Asep menyampaikan, becak listrik ini bisa menempuh jarak 140 kilo meter.
Kecepatan maksimum 15 kilometer per jam.
”Perawatannya mudah. Paling hanya pengecesan. Butuh waktu 6 jam sampai penuh,” ujarnya. (noe)
Editor : Ali Mustofa